Showing posts with label travel. Show all posts
Showing posts with label travel. Show all posts

April 27, 2018

INGIN MULAI MENULIS BLOG? COBA 4 TIPS INI

"Destiny has two ways of crushing us - by refusing our wishes and by fulfilling them." -
Henri Frederic Amiel 



Beberapa waktu Aku sempat bincang panjang lebar sama satu temanku, someone behind the blog: Miss Across The Sea. Kita bicara soal menulis, membuat materi blog dan bicara bagaimana cara menjadi konsisten dalam menjadi seorang content writer. Tema pembicaraan ini "menggiring" ku sama niat cek lagi history post blog yang awalnya intensitas postnya teratur, bahkan over rajin, sampai akhirnya menurun karena satu dan lain hal. Oh iya, bicara tentang blog, di sini aku lebih sering menggunakan bahasa Indonesia karena faktor "proximity" sama pembaca. Tapi karena aku juga ingin berusaha "lebih fasih" menggunakan bahasa inggris dalam tulisan maupun lisan, aku juga menulis di wordpress dalam bahasa Inggris salah satunya juga karena mengakomodir pembaca dari luar Indonesia. Namun, post kali ini bukan berinti pada bahasa, tapi pada konsistensi. Aku percaya setiap penulis memiliki standart tulisannya masing - masing, baik bahasa, pemilihan kata, gaya bicara "yang dibahasakan", tema konten, bahkan mereka mampu memberikan deadline kepada diri mereka sendiri untuk jumlah tulisan dalam satu pekan atau satu bulannya. Poin inilah yang belum dapat aku sentuh. Sangat disayangkan sebenarnya saat kita punya materi, cerita atau apapun yang harus kita share kepada pembaca namun faktor x membuat tulisan kita terlambat dipublikasikan.

Apa yang kita dapat dari sebuah pembicaraan panjangan lebar adalah: evaluasi. Aku kemudian berpikir dan mulai mengevaluasi kembali "missing link" apa yang aku lewatkan, apa kendalanya, dan lain sebagainya. Sharing saja, bagi teman - teman yang baru belajar menulis di blog, atau mungkin baru ada niat tapi tidak tahu cara memulainya bagaimana, hal yang perlu kamu ketahui dan tentukan pertama kali adalah: Apa Tujuanmu.

Travel Story. Photo by  @dinataayu


Tujuan Menulis Blog
Sama seperti membuat suatu produk, perlu analis SWOT terlebih dahulu untuk tau sejauh mana produk ini akan efektif diterima oleh target kita. Sama seperti menjadi penulis di blog, kita harus tahu tujuan kita membuat blog. Ada beberapa diantaranya untuk selling, sharing, edukasi, dan lain sebagainya. Bahkan sekarang "ladang" para penulis blog semakin luas dan mejamur seiring berkembangnya dunia digital serta dukungan penuh dari sosial media yang semakin memperluas postingan utama di blog. Melihat "superpower" dari sosial media ini sangatlah kencang arusnya, sudah pasti kita butuh senjata buat perang bukan? Salah satu senjatanya pasti juga tujuan kuat dari blog yang kita buat. Kamu bisa mengkategorisasi konten sesuai hal yang kamu sukai, atau ahli, atau pahami.

BACA JUGA: LOOKBOOK [FASHION & TRAVEL]

Time Management
Sepenting apakah penataan waktu posting dalam menulis blog? Dari sinilah kenapa aku bisa bicara, dan memberikan "suara" bukan karena aku paham atau sudah benar, justru karena aku kurang optimal terkait hal ini. Kamu perlu menata konsistensi menulis saat memutuskan menjadi penulis blog. Umumnya bagi blogger pemula dia akan rajin menulis materi, bisa sepekan lebih dari 3 post, atau lebih, namun yang terpenting adalah teratur. Tidak masalah jika satu bulan hanya bisa post 2 x namun hal ini bisa disiasati dengan kurasi materi yang sesuai dan konten yang menarik (punya nilai informasi tinggi, atau tips unik, dan hal tertentu yang kamu kemas out of the box). Meskipun seolah ini adalah "perusahaan kita sendiri" alias kita bebas menulis apapun dan kapanpun kita mau, namun konsistensi konten serta waktu adalah salah satu wujud kedisplinan kamu untuk bisa menjadikan blog mu menarik dibaca orang lain atau di follow oleh orang lain. Jangan sampai kita "membiarkan" pembaca menunggu terlalu lama dari jarak satu post dengan post lainnya hanya karena kita yang "malas" menulis. Jadi, untuk hal ini big sorry!

Travel Story. Photo by  @dinataayu

Penggunaan Bahasa
Aku suka membaca, dari baca komik, sampai akhirnya novel yang lumayan berat ceritanya. Kemudian awal kuliah sudah mulai rajin browsing blog - blog orang Indonesia (karena bahasanya langsung bisa dipahami) tanpa harus diterjemahkan lagi. Dari sekian banyak blog, aku pernah baca blognya Raditya Dika, yang akhirnya membawa Dika menjadi salah satu penulis novel komedi fresh yang paling digandrungi anak muda. Bahkan bicara soal buku, setiap dia mengeluarkan edisi novel terbaru, bisa jadi best seller berlama - lama. Dika memilih bahasa informal, seru, crunchy (menurutku) dan beberapa kali menggunakan pengibaratan yang cukup spesifik untuk menceritakan anggota keluarganya dan hal hal yang dia lakukan. Tapi itu nilai plusnya. Siapa bilang menulis blog harus bahasa formal, baku, sesuai dan tidak boleh menyingkat kata? In my opinion, boleh. Kembali kepada gaya bahasa masing-masing orang dikaitkan dengan siapa target pembaca kita. Yang penting satu, konsisten. Jangan asal mengubah bahasa dan "citra" yang mau kamu bawa. 

TIPS: Sebelum kamu post, baca lagi tulisanmu. Baca lagi dan lafalkan. Cek lagi apakah bahasa yang kamu gunakan sudah sesuai, enak dibaca dan didengar (bedakan antara Typo dan singkatan kata karena meski mirip tapi itu beda). Hindari menggunakan bahasa yang "enak" versimu atau istilah yang hanya kamu pahami. 

Travel Story. Photo by  @dinataayu

Pemilihan Materi
Hal ini berkaitan erat dengan poin pertama yakni tujuan membuat blog. Saat kamu sudah menentukan blog kamu akan ditujukan untuk apa, tentunya konten yang kamu sajikan kepada pembaca juga harus sesuai. Sebagai contoh, kamu ingin menjadi beauty blogger dengan memulainya melalui blog. Tentunya konten di blog kamu adalah seputar tips kecantikan, make up tutorial, produk make up atau perkembangannya bisa ke skincare, hair treatment, dan semacamnya. Tidak mungkin blog kecantikan akan memuat tentang gadget terbaru, dan hal - hal yang menyimpang dari kecantikan dan body & skincare.

BACA JUGA: APA YANG PERLU KAMU HIGHLIGHT DALAM FOTO TRAVEL

Bagi travel blogger ataupun fashion blogger, pasti juga memiliki jangkauan postingnya sendiri, bahkan terkadang, fashion - travel - beauty blogger bisa dikemas dalam satu kategori besar yakni lifestyle. Bahkan ada pula yang memasukan food (healthy food, vegetarian, dll) sebagai bagian dari lifestyle. Tapi apapun pengkategorian yang kamu pilih, tentunya akan mengalami proses pemilihan materi. Hal ini yang disebut juga sebagai langkah kurasi konten (termasuk proses - proses menjadi content writer) dimana kamu bisa menyampaikan maksud dan tujuan dari blog kamu secara konsisten, dan informatif, bahkan didukung dengan gambar - gambar yang mewakili deskripsi materimu. Tentunya untuk istilah blogging, adanya image itu penting karena "picture talks more". Melalui gambar, penjelasan yang kita tulis akan terwakili secara visual. Sehingga reader tidak sepenuhnya "berimajinasi" tentang kata-kata yang kamu rangkai dalam paragraf namun imajinasi mereka akan didukung dengan gambar - gambar yang bisa merepresentasikan maksud kamu.

PENTING! Tidak selamanya kita bisa provide gambar sendiri, its oke. Tapi tentunya, setiap gambar yang kita ambil dari search engine tertentu senantiasa disertakan sumbernya. Terlebih jika gambar yang digunakan (ternyata) adalah hasil karya foto orang lain. Mari kita menghargai karya fotografi orang lain dengan melampirkan sumber atau nama fotografer (kepemilikan foto).
Hal ini tentunya pernah terjadi pada diriku sendiri, saat foto di blog aku muncul di blog orang lain dengan tema yang sama (membahas kuliner Yogyakarta). Kenapa aku  bisa yakin itu adalah foto yang aku ambil dari kameraku, karena di foto tersebut ada teman yang sengaja ku foto dari belakang. Dalam blog tersebut tidak menyebutkan nama pemilik foto bahkan sumber materi image yang dia gunakan, meski ini hal sungguh tidak nyaman, tapi baiknya let's start from our self, respect others. :) Sejak itu aku prefer pakai foto koleksi saya sendiri, dan jika harus sangat terpaksa menggunakan karya orang lain maka akan terpasang lengkap dengan link source-nya.

BACA JUGA: GAYA HIDUP "BRANDED": SEPENTING APAKAH?

Itu beberapa hal yang harus kita underlined untuk memulai jadi seorang penulis blog. Jika ada update tips lagi aku akan tambahkan di halaman ini. Kamu juga bisa share pengalamanmu selama jadi blogger di kolom komentar ya. Semoga sharing session kali ini tidak cuma bermanfaat buat reader tapi juga buatku sendiri agar bisa semakin baik memberikan konten kepada kalian.



November 20, 2017

#EXPLORE EL NIDO: SURGA DI BALIK "SECRET LAGOON"

"Look deep into nature, and then you will understand everything better."
- Albert Einstein




Dulu....
Aku sempat berpikir kalau liburan ke pantai adalah hal paling monoton yang bakal aku pilih. Di pikiranku, hanya ada beberapa hal saja yang bisa kita lakukan di pantai yang garis besarnya sama: Main air (entah itu lari-larian manja di pantai, snorkeling, dan lain sebagainya). Satu lagi, mainan pasir. Istilahnya, pantai bukan suatu lokasi yang memiliki luasan tertentu yang bisa kita eksplore setiap sisinya atau kita bisa berjalan blok demi blok untuk mendapatkan view yang bagus dan lebih bagus lagi (dan beda dari view sebelumnya). Tapi, aku mulai berdamai dengan pemikiran skeptis macam itu. Satu tahun terakhir ada beberapa jenis pantai yang aku kunjungi baik di Yogyakarta (kota asalku), Jateng dan sekitarnya, atau bahkan saat aku berkunjung ke Filipina.

Pemandangan indah menuju Secret Lagoon

Bicara soal, kenapa Filipina?
Resolusi 2017 aku salah satunya adalah Intramuros, kamu bisa baca cerita tentang apa saja wishlist dan harapan 2017 di postinganku sebelumnya. Dari jauh hari tentu seluruh list lokasi yang dikunjungi sudah ada di buku khusus travelku. Sedikiti improvisasi dari rencana semula, akhirnya saya juga mengunjungi El Nido. satu kota di Palawan (Palawan ini juga sebuah pulau terpisah dari Manila).


LOKASI FAVORIT DI EL NIDO
Dari berbagai lokasi wisata yang ada di El Nido, Secret Lagoon adalah satu favoritku. Jatuh cinta dengan tebing - tebing pantainya, dan yang pasti pantainya, serta laguna tersembunyi yang mana kamu harus melewati lubang karang (akan ada laguna lagi di dalamnya, digenangi air laut dan sungguh menawan). Berlawanan dengan istilah "monoton" yang menghantuiku setiap berencana ke pantai, deretan pantai - pantai di El Nido sungguh menggugah rasa takjub yang tak henti - hentinya. Teman - teman dari tur leader mempersiapkan menu makan siang lezat (pastinya adalah seafood, buah - buaha, dan cola - eh nasi juga ada). Kenikmatan tersendiri adalah bisa explore keindahan pulau dan pantainya, ditutup dengan santap siang lezat. duduk di bawah pohon teduh berpasir putih dengan teman - teman baru (dari berbagai daerah, bahkan adapula dari Spanyol. I'm soooooooo happy!)

Secret Lagoon - El Nido


MENENGOK SURGA DI SECRET LAGOON
Memasuki tepian pantai, teman - temaan dari tur ini bersiap melempar jangkar, memastikan perahu kami stay di lokasi yang tak terlalu jauh dari bibir pantai. Kami perlu berjalan melalui perairan untuk "mandiri" menuju pantai (tak jauh, jaraknya hanya kurang dari 10 meter). Serunya, berjalan di perairan jernih warna biru, dengan karang - karang laut yang indah, sangatlah luar biasa. Mulai dari kedalaman tepat di bawah dagu, berangsur sampai perut, dan hingga mata kaki. Aku mengangkat waterproof bag-ku (padahal udah waterproof tapi tetap untuk berjaga - jaga, aku tetap seberusaha mungkin menjauhkannya dari air).

1. Pasir Putih & Karang Pantai
Adalah pemandangan pasti di hampir semua pantai - pantai di sini. Lengkap dengan karang - karang tinggi yang indah terbentang seperti gerbang pintu masuk ke masing - masing island. Amazing! Sebagai awam, aku melihat 3 karang utama di Secret Lagoon, yakni di "pintu" laguna, terbentang de sayap kanan sebelum perahu parkir ((((parkir))), karang kedua berukuran lebih kecil, berada membelah antara tepi pantai utama dan pantai yang sebelahnya lagi (bingung kan? sama. Aku juga bingung menjelaskannya biar nggak ambigu - hehehe).



Karang terakhir adalah yang paling menarik, karena kamu bisa menemukan lubang karang dengan diameter kurang lebih 100 cm (seukuran tubuh manusia dewasa). Kami harus bergantian melewati lubang karang ingi untuk masuk ke laguna rahasia (Secret Lagoon). Saat masuk ke lokasi Secret Lagoon, seperti kita masuk dalam sumur penuh genangan air setinggi perut hingga leher (tergantung dimana posisimu berdiri dan pastinya tergantung pasang surut air laut), karena ombak air laut bisa masuk ke lubang karang ini bahkan kami sesekali kena terpaan gelombang saat masuk melalui lubang karang ini.

Suasana di dalam Secret Lagoon, berasa ada dalam sumur.

2. Perairan Dangkal dengan Bibir Pantainya yang Indah
Tidak pernah bosan bermain air di sini. Jujur, aku nggak pernah menikmati "berenang" di pantai (tidak berenang sesungguhnya, sih!). Aku mengakui bahwa aku jarang "basah" kalau di pantai. Main air bukan  jadi favoritku selama ini, tapi khusus hari itu aku asik bermain air, lari -larian, dan menyapa turis - turis lainnya (Haha! Kepedean).



3. Hunting view buat foto!
Banyak lokasi yang bisa di explore di sini karena nggak cuman pantai tapi juga karang pantai, yang pasti adalah pantainya, kamu bisa menemukan "view" indah lainnya, karena karang - karang tidak mhanya ada di tepian pantai tapi kamu akan melihatnya di area dalam, berdiri tegak seperti gua - gua alam. K-E-R-E-N




LUNCH DI TEPI PANTAI
Harga paket tur kami sudah include dengan makan siang. Pasti kalian penasaran menu makan siang kami kan? Yang pasti adalah pork dibumbu bacem (dan pastinya kita nggak bisa konsum), ikan bakar, terong asam (Terong ini dicampur dengan bahan lainnya seperti tomat, potongan cabe segar dan lainnya, dan aku menyebutnya terong asam karena memang rasanya asam, dan bisa dibilang terongnya hanya direbus setengah matang dan semi hancur), cumi bakar, buah - buah segar, dan soda (ada juga air putih). Makan siang beramean ternyata seru juga! Setelah makan siang, kami bisa bersantai sembari duduk beralaskan pasir putih. Bercanda dan akhirnya bisa ngobrol lebih banyak lagi dan lagi.


We're ready for lunch!

Oh ya, dalam perjalanan ke Filipina kali ini, we always try to open mind karena memang mayoritas di sini adalah pemeluk Katolik, jadi mengkonsumsi pork sudah seperti makanan harian. Berbeda dengan perjalanan sebelumnya ke Malaysia, Singapore ataupun Thailand, penyesuiaan makanan lebih sulit di Filipina karena culture dan religion. As a democratic people, aku selalu berusaha menempatkan diri dimanapun aku berada (dengan berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku di tempat asalku). Bukankah siap traveling berarti harus siap melihat banyak perbedaan di muka bumi, bukan? :)



That's all!
Masih banyak cerita seru lainnya selama di El Nido, dan pasti aku akan kembali dengan banyak postingan selanjutnya. Ada komentar atau pertanyaan? Bisa langsung tinggalkan pesan di kolom komentar atau email me for sure!


Warm hug!





cccLook deep into nature, and then you will understand everything better. Albert Einstein
Read more at: https://www.brainyquote.com/quotes/albert_einstein_106912?src=t_natureLook deep into nature, and then you will understand everything better. Albert Einstein
Read more at: https://www.brainyquote.com/quotes/albert_einstein_106912?src=t_nature

November 16, 2017

#EXPLORE ELNIDO - PALAWAN: PAPAYA BEACH

"The sea is only the embodiment of a supernatural and wonderful existence."
-  Jules Verne




Butuh waktu ternyata untuk menunggu inspirasi menulis tentang perjalananku ke El Nido beberapa waktu lalu. Setiap lokasi wisata di sini menawarkan sisi keindahannya masing - masing, pantai yang asri, wisata selam dan terumbu karang yang patut untuk disambangi dan masih banyak lagi. Pertama kali saya menentukan untuk traveling ke El Nido, banyak yang bertanya: dimanakah itu? ada apa di sana? dan lain sebagainya. Ternyata tak banyak yang familiar dengan kota wisata satu ini (dan kadang berasa seru sendiri saat dibilang "kamu sukanya ke tempat - tempat yang ngga umum"). Padahal sebenarnya Palawan menawarkan banyak sekali wisata alam khususnya pantai, tebing-tebing, hutan, dan jajaran pulau - pulau indah yang bisa kita explore seharian (bahkan lebih dari satu hari, jika kalian mendatangi semua pulau - pulau favorit wisatawan).



Aku akan bahas bagaimana menuju El Nido dari pusat kota Palawan melalui post yang berbeda  Tapi kali ini, aku akan mengajakmu menengok keindahan Papaya Beach (Papaya mainland) di El Nido, Palawan. Kalau bicara singkatnya, El Nido sendiri berjarak 5 jam dari Puerto Princesa Airport - Palawan menggunakan van travel. Van travel ini akan berhenti satu kali di rest area untuk makan siang dan  istirahat sejenak (kita akan diberi waktu sekitar 30 - 45 menit untuk rehat).


MENUJU PAPAYA BEACH (PAPAYA MAINLAND)
Kamu bisa menyewa paket tour A melalui hotel tempat kamu tinggal, karena kebanyakan hotel dan penginapan di El Nido sudah terintegrasi dengan agen wisata / tour island hoping di El Nido. Ada 4 paket tour yang ditawarkan yakni A, B, C,D dan masing - masing terdiri dari setidaknya 5 lokasi pantai dengan harga rata - rata 1400 - 1600 PHP (dengan kisaran harga rupiah Rp. 285 per 1 PHP). Aku memilih paket A dimana di dalam tur ini termasuk Papaya Beach dan 4 tujuan lainnya. Pihak tur akan menjemput di hotel dan mengantarkan kita ke lokasi penjemputan perahu tur. Kami tidak stay di pusat kota El Nido, tapi di area Corong - Corong beach, dan di sini juga ada pelabuhan sederhana lokasi kita menunggu kapal (perahu lebih tepatnya) untuk menjemput sekitar pukul 09.00 WIB. Setiap tur merupakan full day tur yang berakhir setiap petang sekitar pukul 4 atau 5 sore.


With Bea and her husband. Say cheese from us!


APA YANG MENARIK DARI PAPAYA BEACH?
Pihak tur menyampaikan Papaya beach bukan merupakan island tapi mainland. Awalnya aku berpikir bahwa Papaya termasuk pulau terpisah karena kami memerlukan waktu sekitar 20 menit mengarungi perairan untuk sampai ke lokasi ini. Rexi, tur leader kami menyampaikan bahwa Papaya termasuk mainland karena masih menjadi satu daratan panjang El Nido. Jadi bukan pulau - pulau terpisah. Pertama kali melihat bibir pantai Papaya, langsung takjub dengan pasir putihnya yang indah terbentang, tebing laut yang cantik, dan yang pasti ada 1 warung sederhana penjaja kelapa muda. Pastinya dong, hal pertama yang aku lakukan pas menepi adalah "BELI KELAPA MUDA". Sempat terlupa untuk membawa minuman dari sebelum berangkat, jadinya gampang haus karena cuaca panas (khas anak pantai yang ujung - ujungnya tersengat matahari, sampai kulit belang - belang). Jadi apa saja point interest yang akan kamu temui di Papaya Beach?


1. Pasir Putih
Pantai ini masih asri. Masyarakat setempat selalu berpegang teguh pada "menjaga kelestarian alam". Kami, sebagai wisatawan dilarang mengambil hal - hal yang akan kita temui di laut maupun di pantai seperti membawa pulang pasir (hehhehe), membawa pulang ikan ataupun mencuri terumbu karang (meski sebenarnya mencolok banget ya kalau kita mau ngangkut-angkut batu - karang. Its mean, berat. Niat banget - hehehe!).



2. Ayunan & kelapa muda
Apa yang paling asyik dari pantai? Adalah duduk santai, ngadep laut (ngga ngomong apa -apa - kalau bisa ngga usah mikir apa - apa - g usah mikirin kerjaan! Hahahaha...). Lebih mantap lagi sembari minum kelapa muda karena di sini kamu bisa menemukan satu warung (((((warung)))) yang menjual makanan kecil atau minuman dingin (pelepas dahaga yang paling efektif). Selain ayunan, ada juga bangku - bangku khas handmade dari kayu - kayu berbagai bentuk.




3. Snorkeling time!
Bagi kamu yang bisa berenang, ada lokasi snorkeling di Papaya Beach (dekat dengan deretan tebing), karena di sini kamu bisa melihat terumbu karang cantik sepaket sama  ikan - ikannya. Jangan khawatir juga jika bukan good swimmer, karena pihak tur akan menyediakan pelampung (ini fasilitas wajib) dan juga kacamata selam. Jadi even kamu ngga bisa berenang paling nggak bisa ngambang sambil celup celub sebentar nengok ikan - ikan bawah laut. Asyiiikk...

4. Deretan pepohonan kelapa yang cantik
Orang Indonesia, wajarlah agak agak atraktif. Ngga bisa sedikitpun tenang saat menemukan lokasi foto yang instagramable. Di Papaya Beach, kamu bisa melihat deretan pohon kelapa (kuat berdiri di atas pasir putih indah di pinggir pantai - engga pinggir banget sih - tapi dekat).



TIPS!
1. Jangan lupa bawa minuman secukupnya saat island hopping di El Nido. Hal ini tentu untuk mengantisipasi dehidrasi karena kamu akan sering main air dan kepanasan karena cuaca.
2. Bawalah waterproft bag! Bisa dibilang ini adalah travel essential jika kamu explore pantai. Kamu perlu mengamankan barang - barang pentingmu seperti kamera, HP, dompet, atau baju ganti atau lainnya.
3. Gunakan sepatu khusus. Jika kamu hanya menggunakan sandal jepit atau sepatu kets pasti bukannya opsi yang tepat. Kamu perlu menggunakan sepatu khusus just in case jika kamu harus berjalan di karang (biar nggak luka dan salah menapak). Kamu tidak perlu membeli, karena ada pula yang menyewakan sepatu ini dengan range harga 100 - 200 dan kamu perlu kembalikan saat tur mu selesai.










jyujyujujtghyysea is only the embodiment of a supernatural and wonderful existence. Jules Verne
The sea is only the embodiment of a supernatural and wonderful existence. Jules Verne
sssssssssThe sea is only the embodiment of a supernatural and wonderful existence. Jules Verne
The sea is only the embodiment of a supernatural and wonderful existence. Jules Verne
The sea is only the embodiment of a supernatural and wonderful existence. Jules Verne
Read more at: https://www.brainyquote.com/quotes/quotes/j/julesverne664799.html?src=t_seaThe sea is only the embodiment of a supernatural and wonderful existence. Jules Verne
Read more at: https://www.brainyquote.com/quotes/quotes/j/julesverne664799.html?src=t_sea

November 15, 2017

SHERYL MAY INN: HOTEL MURAH DI ELNIDO "FEELS LIKE HOME"

Find a place inside where there's joy, and the joy will burn out the pain.
- Joseph Campbell



Lokasi stay saat liburan, terkadang bukan urutan pertama hal yang harus aku cari tentukan terlebih dahulu jika dibandingkan tujuan wisata, harga tiket pesawat ataupun  info - info lainnya yang lebih urgent. Jadi, kadang menentukan lokasi #StayDimana baru beres kurang dari satu bulan  sebelum perjalanan. Hal ini salah satunya juga karena secara umum, kenaikan harga rate kamar tidak terlalu signifikan selama tidak terlalu dekat dengan hari H perjalanan. Sama hal seperti saat perjalanaku ke El Nido Palawan awal November lalu. Bisa dibilang kami berada di 3 lokasi berbeda dengan beda hotel tentunya, pertama di El Nido, kedua di kota Puerto Princesa, dan ketiga Manila. Memilih hotel di pusat kota seperti Puerto Princesa dan Manila akan lebih mudah daripada saat memilih lokasi tinggal di pulau Palawan, apalgi El Nido adalah bagian kecil dari Palawan yang mana akses ke lokasi perlu 5 - 6 jam dari pusat kota dengan travel. Tapi rasa lelah dan waktu yang terbuang sebanding dengan apa yang kita peroleh selama perjalanan ini.
Pemandangan dari balkon Sheryl May Inn.

Kami memutuskan tinggal di salah satu penginapan (mirip kos eksklusif kalau di sini), dengan fasilitas yang kami anggap cukup seperti bathroom and shower yang pasti (bukan pakai gayung), king size bed, fan, kursi, dan untung ada jendela (karena memang aku request kamar dengan jendela dan menghadap ke jalanan). Hotel Sheryl May Inn ini berlokasi di Rizal St, El Nido, Palawan, Philippines (berada dekat sekali dengan pantai Corong - Corong). Rencana awal, setelah perjalanan travel, saya ingin jalan - jalan dulu di pantai Corong - Corong, hari kedua barulah kami pindah hotel di kota El Nido ((yang mana)) kami fikir untuk paket - paket tur island hoping hanya ada dekat dermaga di kota El Nido. Tapi ternyata tidak. Kami bsia memesan paket eksplore pulau -pulau ini melalui hotel tempat kami tinggal dengan harga yang cenderung sama dengan agen tour lainnya. Tentu saya akan membahas tentang tour ini di post lainnya, kali ini aku lebih menceritakan tentang penginapan yang kami pilih.

Halaman belakang hotel (ada hijau - hijau dan ada laut plus tebing)
Lokasinya berada ada di jalan utama, membuat kami hanya perlu berjalan kaki tak jauh ke pantai Corong - Corong atau ke lokasi dermaga kecil tempat kami dijemput untuk tur. Lepas dari itu, kualitas kebersihan juga cukup oke, untuk harga Rp.192.000 (melalui Traveloka). Kami memutuskan memperpanjang waktu tinggal tentunya dengan harga berbeda yakni Rp. 280.000. Harga kamar sudah termasuk breakfast, meski sarapan cukup sederhana tidak layaknya hotel namun kami cukup puas, karena itu cukup mengenyangkan dan memenuhi kebutuhan energi kami untuk berkegiatan seharian penuh.
Interior dan ruang santai di dalam penginapan

Bisa santai nonton TV atau ngopi di balkon sembari lihat jalan raya (dan tebing)
KAMAR
Kamar bisa dibilang sederhana tapi nyaman (tentunya tingkat kenyamanan orang bisa jadi berbeda). Sayangnya aku tidak sempat mendokumentasikan ruangan kamar di Sheryl May Inn (sorry). Belum tentu juga hotel yang kami bilang cukup oke buat kami, akan oke juga buat reders, jadi bisa juga kalian untuk memantapkan hati cek selalu review hotel melalui website compare dan lain sebagainya. Baiknya booking hotel 1-2 bulan sebelumnya agar kalian nggak kena harga go show.

KEBERSIHAN
Kalau aku bilang, awal masuk hotel ini langsung terpikir seperti kos ekslusif. Meja resepsionis juga rapi dengan langsung berada dekat dengan tangga ke lantai atasnya. Disitulah kamar kami berada. Kami bisa menggunakan dapur jika ingin membuat makanan sendiri atau mempersiapkan kebutuhan "perut"  lainnya. 

STAFF HOTEL
Kalau aku boleh menilai dari 1 - 10 untuk keramahan staff adalah 8.5. Mereka selalu berusaha membantu apabila kami butuh hal - hal seperti isi pulsa, paket tur, membantu booking travel an lain sebagainya. Mungkin kadang permasalahannya adalah meski kami menggunakan bahasa Inggris, namun persepsi tentang satu hal kadang berbeda. Aku sama sekali tidak ada pengalaman buruk apapun dengan staff hotel. Setiap pagi bahkan mereka rajin mengetuk kamar kami untuk mengingatkan bahwa kami belum menikmati sarapan yang sudah disiapkan (mereka tau karena kami harus ready jam setengah 9 pagi untuk bersiap kegiatan).

Balkon sederhana, tempat kita nyantai dan sarapan pagi

LINGKUNGAN
Sheryl May Inn berada di jalur utama Rizal St. El Nido. Ini adalah satu - satunya jalan yang akan dilewati travel van dari kota ke El Nido. Lokasinya sekitar 5 - 10 menit dari kota (menggunakan tricyle - angkutan tradisional di sana - semacam bemo). Bisa dibilang, pemandangan dari jendeela kamar kami adalah jalanan El Nido (yang tidak terlalu lebar dan ramai) mirip jalanan di kampung yang pinggirannya banyak waruing kecil dan penjaja kelontong. Belakang jajaran rumah dan warung ini, juga dapat melihat bukit sepanjang jalan. Di belakang hotel kamia adalah laut. Tapi meski tidak langsung laut lepas, tapi dermaga tempat perahu - perahu parkir dan juga lahan tanaman basah yang membuat lokasi di belakang hotel ini cukup hijau tapi lembab. Hal inilah yang membuat kadang kami menemukan lintah (jika sedang di dapur). Mungkin lintah ini berasal dari tanah basah di belakang hotel yang memang tidak terawat baik. Tapi karena aku pribadi ngga gampang takut sama sesuatu hal (termasuk lintah) jadi meski menemukan 1 atau 2 ekor yang lagi nempel di tempok, kadang saya acuhkan begitu saja tanpa merasa seram atau ngeri. Bisa saja hal ini jadi poin minum bagi beberapa orang, meski sebenarnya tidak terlalu masalah selama lokasi lainnya khususnya kamar tetap terjaga kebersihannya.


TRANSPORTASI
Kami pribadi tidak tau secara khusus, transportasi lain selain van travel jika ingin menuju ke lokasi ini dari pusat kota. Kami mendarat di Puerto Princesa Aiport dan ada beberapa transportasi yang siap mengantar diantaranya Tricycle (jika kamu akan ada di lokasi kota dan sekitarnya), tapi jika kamu harus meluncur berjam -jam ke El Nido dan sekitarnya Van travel menjadi satu opsi selain bus. Saya memiih travel ini karena langung ada di dekat bandara (ada di halaman parkir bandara), sedangkan angkutan lainnya seperti busa, nampaknya kalian harus ke terminal dahulu karena bus ke El Nido tidak berjajar stand by di Airport. 

August 30, 2017

PANTAI ANDONG GUNUNGKIDUL: BERBURU BABI LAUT

 "A simple life is good with me. I don't need a whole lot. For me, a T-shirt, a pair of shorts,
barefoot on a beach and I'm happy."-  Yanni

Read more at: https://www.brainyquote.com/quotes/quotes/y/yanni541603.html?src=t_beach


Selamat pagi laut!

Lebih tepatnya selamat siang. Setalah perjalanan 3 jam lamanya dari pusat kota yang diisi dengan kengantukan yang luar biasa karena abis hore hore di Prambanan Jazz 2017, akhirnnya sampai juga di Pantai Andong Gunungkidul. Gunungkidul, Yogyakarta memiliki banyak sekali wisata pantai baik yang sebelumnya sudah ada ataupun memang tujuan pantai baru yang telah dikelola lebih baik oleh masyarakat sekitar. Salah satuny adalah panti Andong. Pantai ini sangat dekat dengan pantai Sundak. Jika kalian menggunakan kendaraan pribadi baik mobil atau sepeda motor, bisa jauh lebih cepat dari 3 jam. Hari itu akhir pekan, dan kami pun bebarengan dengan wisatawan lain, meskiiiii tidak semua kendaraan atau bus – bus pariwisata tidak mengarah ke pantai Andong.



Awal masuk area pantai, selain menemukan lokasi parkir, kamu akan melihat beberapa warung penjual souvenir atau jajanan yang menggunakan bahan dasar hasil laut seperti rumput laut, keripik seafood, dan lain sebagainya. Jika kalian pernah berkunjung ke Pantai Parangtrittis, Bantul, Yogyakarta, kamu tidak akan menemukan suasana ini di pantai Andong.




Warung – warung tepi pantainya juga tidak sebanyak pantai Parangtritis, ataupun pantai lainnya yang lebih dikenal masyarakat luas. Tapi inilah yang jadi nilai plusnya, karena kita masih bisa menemukan ketenangan, area duduk pinggir pantai yang tak terlalu ramai dan jenis tepi pantai yang lebih cocok untuk bermain anak –anak ataupun  keluarga.


Kami sampai ke lokasi pada saat air surut, jadi lokasi karang dan air-air dengan ketinggian cukup masih bisa digunakan sebagai lokasi “berenang santai” anak-anak. Selain itu, mereka juga nampak terhibur dengan hewan – hewan laut seperti ikan, bulu babi, dan laba –laba laut yang terjebak di sela karang. Ada satu  batu karang besar dengan karang – karang lain yang berukuran lebih kecil di kanan kirinya, bisa jadi post foto paling instagram-able (selama air masih surut, karena kalau saat pasang, kamu tidak bisa menjangkau karang ini). Posisi air surut ini juga membuat ada beberapa genangan air, cocok untuk main air, mandi-mandi manja, main siram – siraman air dan lain sebagainya, tapi buat kalian yang agak “males” basah, bisa menikmati kesegaran duniawi dari kelapa muda di warung – warung sekitar pantai,  makan indomi telur di pinggir pantai juga mendadak jadi hal paling istimewa yang pernah dilakukan (memang sih, kalau abis main air, bawaannya kan laper).



Duduk di tepian pantai Andong sedikiti mengingatkanku dengan pengalaman jalan-jalan di pantai-pantai baru di Bali. Apa persamaannya? Jalan kesananya cukup jauh dari pusat kota, kadang medannya juga sulit dan berkelok, tidak terlalu ramai, local touch-nya kuat (karena kebanyakan warung, penginapan, bahkan tempat parkir di sekiatarn pantai dikelola orang lokal, yang stand by, ikut asik ngoborl, dan ikut bercandaan).




Jelang jam 4 sore, air laut Nampak mulai pasang, perut juga udah mulai lapar (lagi) setelah makan indomi telur yang istimewa tadi. Akhirnya, penyelenggara acara waktu itu, menyediakan makan sore (ragu antara makan siang atau makan malam, karena serve jam 4 sore). Menunya? Down to earth banget. Olahan seafood dan ikan laut, tapi beberapa diantaranya dimasak dengan bumbu atau kuah Jawa. Jadi bukan sekedar ikan bakar, seafood blackpapper seperti yang kita akan temui di menu – menu resto pantai, ini sih lautnya masih ada tapi traditional touch-nya juga mantep.


Lebih mantap lagi nikmati makan sore ini di pinggir pantai, liat bule main air, ketawa-ketiwi sama wisatawan lokal, bahkan melihat anak –anak yang ngga ada capeknya mainan di pantai dengan semua isinya (kayak pasir, kerikil, dan lain sebagainya).

Perut kenyang. Dan saatnya pulang.
Ditutup dengan kengantukan yang luar biasa.


April 11, 2017

WISHLIST: SINGAPORE & BANGKOK DESTINATION #AyuChasingTheSun

Masih edisi girang karena travel fever (duh yang mau berangkat!).
Sembari mendengarkan playlist spotify-ku, siang ini menghabiskan waktu rehat kantor dengan makan siang (pastilah), dan menulis. Sebenarnya menulis ini adalah hasil dari program pribadi #SehariMenulisSatu yang akhirnya belum juga berhasil. Boleh kan ya kalau sedikiti improvisasi, misal #SemingguMenulisSatu atau #SebulanMenulisSatu mmm... ya #SetahunMenulisSatu (ini sih kebangetan ya). Hahaha....

So, menjawab beberapa pertanyaan teman:
Kok Singapore? Katanya ngga suka kota besar,
Kemana aja? Emang disana ada tempet bagus selain belanja?
Kayak bukan Ayu banget, biasanya suka yang sepi-sepi sama yang kuno - kuno (ini sih apa ya maksudnya kuno, ngekek!).

Untuk perjalanan Bangkok, malah ada yang tanya, abis dari Singapore terus ke Bangkok, nggak 1 negara ja biar explore? Atau, Bangkok kan masih sama aja kota besar  kayak Singapore, (lagi - lagi ini dikaitkan yang aku mang ngga tipe datang ke kota metropolis).

Back to their questions.

Honestly, Singapore menjadi destinasi pertama yang akan dieksplore dalam waktu sehari. Loh kok sehari? karena menurut itinerary lokasi wisata yang ingin aku datangi (berikut bersama dengan tempat-tempat makan yang jadi bucket list) hanya memerlukan waktu maksimal 1.5 hari, ya kurang lebih saya kurang dari 2x 24 jam di Singapore, kind of solo travel!

Sumber: images.trvl-media.com

Solo travel? Seriously, go there alone?
I said yes. Buat siapapun yang tanya. But, jika mau mendengarkan lebih banyak, solo travel tidak membuat kita benar-benar sendiri. Suddenly, seminggu lalu ada beberapa teman / calon host dari Singapore yang memang menawarkan untuk jadi host aku selama di sana. Jangan lupa untuk cek review mereka ya untuk pertimbangan kamu untuk menentukan menerima tawaran itu atau tidak. Ada teman-teman dari Couchsurfing yang juga akan melakukan perjalanan ke Singapore pada tanggal yang serupa jadi kami memutuskan untuk meet up dan mencoba beberapa kuliner pada malam harinya. (Kebetulan hotel kami juga tidak berjauhan, jadi masih bisa ditempuh dengan jalan kaki).

About my list?
Here they're:
  1. Botanical Garden
  2. Orchid Garden 
  3. Little india
  4. Chinatown
  5. Haji Lane
  6. Kampong Glam & Arab Street
  7. Hawker food fest
  8. Garden by the bay
  9. Orchard Road
  10. Merlion park
Semua tujuan di atas sudah masuk ke itinerary yang beres beberapa pekan lalu, tapi tidak menutup kemungkinan akan berubah atau justru bertambah. You know what, traveling butuh improvisasi sometimes. (Hahaha...reeeeuus!)
Sumber: theculturetrip.com

Pertimbangan pindah negara.
Kenapa saya memutuskan untuk terbang ke Bangkok? Kenapa Bangkok?
Sebenarnya ada satu bagian Bangkok yang bisa memuaskan kebutuhan sepi-sepi dan kuno-kuno yang sudah tertulis di atas. Ada satu kota tua sekitar 2 jam dri Bangkok bernama Ayutthaya. Jadi akhirnya waktu liburan kali ini akan dihabiskan di Bangkok.

Source: Trip Thailand

Wishlist Bangkok:
  1. Chatuchak Weekend Market
  2. Ayutthaya
  3. Grand Palace 
  4. Benjasiri Park
  5. Wat Arun
  6. Wat Po
  7. Asiatique Riverfront
  8. Siam Paragon (Gurney Market)
  9. Jim Thompson
  10. Chinatown (Yaowarat)
  11. Dusit Zoo Bangkok
  12. Khao San road
  13. Pratunam Market
  14. MBK Center
Satu poin yakni Ayutthaya sebenarnya akan terpecah menjadi beberapa lokasi lagi yang mana...(susah ditulis, karena spell nya susah. Wkwkwk..). Oh ya, kalau ada yang tanya, hah? Dateng ke mall?! Ada beberapa lokasi memang aku sempatkan ke mall, bukan kenaapaaaaaaaa lo ya, tapiiiiiiii memang karena ada niat beli titipan teman (manisan mangga),

Source: travelandescape.ca


See you on my next post (again)!





March 27, 2017

LOOKBOOK: TRAVELING & FASHION? SOULMATE.


Hello March!

Post kali ini aku mau share tentang hal-hal apa saja yang aku sukai selama dapat kesempatan (dan waktu) buat jalan-jalan, baik itu di Indo maupun luar Indo. Biasanya aku selalu membuat timeline hal-hal apa saja yang harus dibereskan sebelum bepergian, kenapa harus diatur? Karena kalau beli persiapan apalagi tiket pesawat last minute justru kamu bakal lebih boros karena rate yang lebih tinggi dibanding jika persiapan sebelumnya. Ini adalah checklist yang biasa aku buat sebelum traveling (ah aku menyebutnya jalan-jalan aja kali ya). 

A. 3-4 Bulan sebelumnya
  • Mulai riset harga, khususnya tiket pesawat.
  • Cek sama possibility tanggal keberangkatan.
  • Cek hari libur (yang pas sama harga tiket dengan low rate)
B. 2 Bulan sebelumnya
  • Nyicil pembelian tiket (kadang berangkat dulu, kadang pulang dulu - #looh!)
  • Biasanya aku juga mulai search hotel pada tahapan ini, melihat lokasi, mulai list wisata tujuan, untuk menentukamn transpor dan jarak tempuh dari lokasi ke lokasi.
  • Budgeting (Kadang aku buat kisarannya, biar ngga overload)
  • Selalu cek timeline keuangan, debit kredit, saldo (mana hal yang kamu pakai cash sama mana yang pakai kartu kredit). Be smart kalau udah urusan duit ya girls.
C. 1 Bulan sebelumnya
  • Finishing tiket pesawat/trasnportasi lainnya
  • Finishing hotel (akomodasi bisa sesuaikan budget)
  • Finishing itinerary. Dalam hal ini aku selalu membuat tabel yang berisikan, tanggal, lokasi, kegiatan, dan keterangan yang isinya perkiraan rute, nomor angkutan (kalau aku naik bis atau kereta biasanya aku menulis nomor rutenya biar ngga terlalu bingung meskipun bisa bertanya saat di lokasi). Kapan-kapan aku akan share wujud itinerary yang biasa aku buat, after perjalanan on April ya.... (can't wait!)
  • Aku juga hobi cek kurs.
D. 2 hari sebelumnya. Packing!
  • Baju secukupnya, disesuaikan hari kita pergi. Kadang atasan lebih banyak dari pada bawahan dan biasanya aku paling galau bawa sepatu. Asal nggak heels aja sih, biasanya cukup pling ga, 2 sepatu 1 sendal/flat apapun yang bisa buat jarak pendek.
  • Obat-obatan dan logistik lainnya seperti: Pop Mi, Roti, Selai/Nutella, terus bisa juga bawa boncabe dan semacamnya.
  • Checklist kebutuhan kecil seperti: perlengkapan mandi, daleman (jangan sampai lupa), asesoris pendukung (hahaha, aku terkadang masih memikirkan warna kaos kaki, pakai kalung yang mana, dan sebagainya. Kebutuhan ini bukan harus, disesuaikan saja sama prioritasmu).
  • Make up kit! (hahahhaha, again!)
  • Jangan lupa! Gunakan tas kecil/handbag atau backpack medium untuk menyimpan barang-barang yang akan gampang keluar seperti dompet beserta isinya, passport, alat make up yang akan sering keluar misal,  lisptik/lipbalm, ataupun bedak.

What to wear for fashion-travel?

Kenapa aku bilangnya fashion-travel, I think buat yang benar-benar 100% traveling mereka nggak akan terlalu memperhatikan tentang penampilan. Rule no. 1 adalah  nyaman dan gampang bergerak. Memang benar. That's why, kenapa aku membedakannya dalam istilah fashion. Akupun honestly bukan fashion expert, cumannnnnnn kadang pengen tetap nyaman tapi ada sedikit aspek mix and match bajunya aja, biar greget! (LOL).

A. Simple dress, its oke!
Biasanya untuk menghemat ruang di koper, aku prefer membawa dress yang memang bahannya nyaman, tipis seperti katun. Bisa jadi pilihan yang cocok dipadukan dengan flats maupun sneaker, jadi meski sedang jalan-jalan, tetap bisa keliatan girly (kadang sikapnya aja yang ngga se-girly yang kamu pikir).

Dress: House of mangos, Flats: TLTSN
Dress: Gaudi. Flats: Wakai Shoes


B. Short pants? Why not!
Berapa perbandingan celana/bawahan yang aku bawa kalau dengan jumlah atasan? Mungkin aku hanya akan membawa 3-4 bawahan sedangkan atasan bisa lebih dari itu. Karena bawahan (rok, celana pendek, dan semacamnya bisa dipakai 2x asal bisa padu-padaankan saja dengan atasan yang oke). 

Short: Husband's gift. Hat: But custom from my friend.



C. It's not ONLY T-Shirt. Make it works.
T-Shirt adalah pakaian yang harus dan wajib dibawa. Selain bisa dipakai santai setiap malam mau tidur setelah seharian berjalan-jalan, T-Shirt bisa jadi solusi pas (hampir) kehabisan baju. Kaos polos dipadukan dengan rok midi atau printed bisa juga pleated udah cukup menarik. Tinggal tambah aja pakai sneaker semakin asik diajak jalan. Ya kan?

White T-Shirt & Pleated Jumpsuit from (X) SML


D. Travel with skirt? Looks good as always.
Perkembangan model rok jaman sekarang luar biasa, dari rok pendek yang model skater skirt, flare, printed, bahkan pleated/lipit. Kalau aku pribadi lebih prefer midi skirt atau sekalian long skirt, asal pas aja dipakai dan nyaman (engga panas dan engga saltum, menurutku) dan kadang dibumbui dengan berpikir out of the box.



E. Best outfit for best time and place!
Pada intinya, pede aja sih. Asal ngga bikin "fashion crime" kebangetan, dan yang penting kamu masih bisa nyaman bergerak. Traveling memaksa kamu harus kuat berjalan, dan kadang jalannya jauh banget (kecuali kalau jenis traveler yang kemana-mana bawa kendaraan pribadi, di drop sama supir di tempat tujuan dan dengan  fasilitas akomodasi yang cukup). Bukan 100% traveler, bukan 100% turis, maybe some parts of them, ada sifat-sifat turisnya, ada sifat "backpacker"-nya termasuk untuk think smart pas cari tiket pesawat, hotel (yang ngga harus mahal tapi yang penting bersih, nyaman dan strategis).
Shoes: Adidas
Dress from Lova


F. Denim. No doubt!
Kalau aku pribadi denim pendek ketat sudah tidak masuk hitungan. Terlalu ketat, terlalu pendek, sungguh terlalu nggak nyaman. Kecuali kalau denim/jeans baik rok atau celana, tidak terlalu melekat di kulit itu masih bisa jadi pilihan. Denim menjadi jenis outfit yang paling mudah dipadupadankan dengan berbagai atasan dan berbagai jenis alas kaki. Bisa nampak girly, bisa juga nampak boyish. Intinya adalah: senyaman kamu aja!
Ripped Jeans, Adidas Shoes, and denim colour for hat.



Aku termasuk jenis cewek yang tidak terlalu mempermasalahkan dormitory room (berbagi dengan traveler lain) selain harganya juga terjangkau, dorm saat ini juga sangat bersih, dan justru kita bisa dapat kesempatan bertemu dengan traveler lainnya. Next month, aku bakal share lagi beberapa cerita menarik seputar Singapore dan Bangkooooookkkkk.......


Kali ini, aku akan solo travel di Singapore dan Bangkok (khusus untuk Bangkok akhirnya jalan berdua with my sister in law). Next post aku juga akan share tentang "KENAPA SOLO TRAVEL?" terus lokasi-lokasi mana saja yang jadi bucketlist aku untuk dua negara di atas. Bagaimana bisa mendapatkan best moment, adalah dengan: ENGGA IKUTAN AGEN WISATA. Kadang jadwal tur dan keterbatasan waktu membuat ruang gerak terbatas dan kemampuan serta kreatifitas kita berkurang. (Hahahaha...). kenapa? Karena paket wisata sudah memanjakan kamu dengan paket lengkap, mulai dari transport, akomodasi, bahkan include sama makan 2-3x sehari, tiket masuk beres, serta tinggal duduk manis di kendaraan sewaan yang sudah disiapkan dari satu tempat ke tempat wisata lainnya. Kamu nggak akan kebanyakan mikir, gimana kalau kesasar? Makan dimana? Duit berapa? Kemana aja? dan pertanyaan -pertanyaan lain yang akhirnya akan terjawab di list itinerary serta saat kamu sampai di lokasi. Satu lagi, itinerary hanyalah panduan, bisa improvisasi di tengah jalan, sesuai kebutuhan, sesuai niat dan kemauan,

See you on my next post!



September 9, 2016

PENANG: WE CAN'T STOP EATING!

HUNTING MAKANAN DI PENANG
"Eating is not merely a material pleasure. Eating well gives a spectacular joy to life and contributes immensely to goodwill and happy companionship. It is of great importance to the morale." - 
 Elsa Schiaparelli


Siapa yang ngga suka makan?
Perjalanan ke Penang pertengahan Agustus 2016 lalu sudah niat mencoba berbagai makanan yang ada di sana. Jauh hari sebelumnya sempat membaca berbagai review tentang berbagai kuliner mulai dari street food jajanan kecilnya sampai makanan besar. Dari review yang saya baca, makanan memang cenderung olahan kaya rasa seperti contoh kari. Jelas bukan makanan yang cocok di lidah saya tapi memang ada kalanya perlu coba sesuatu yang baru agar suatu hari kita bisa menceritakan dan kembali memberi review ataupun pengalaman kepada teman-teman kita.

1. Hongkong Shai Yong
Olahan mi kuah segar Hongkong Shai Yong adalah satu diantaranya banyak makanan yang menjadi favorit saya. Satu porsi harga 6RM. Kuah dari makanan ini kuah bening, ada rasa kaldu yang sedap. Untuk mie nampaknya belum pernah saya temukan jenis mi ini di Indonesia. Satu porsi Hongkong Shai Yong disajikan lengkap dengan sayuran dan pangsit isi daging. 

Hongkong Shai Yong

2. Beef Soup Mie dry
Radak bingung kan? Soup? Dry? Pada intinya ini adalah mie goreng dengan olahan daging sapi (sekilas mirip Mie ayam, bedanya mi ayam kan menggunakan daging ayam). Rasa juga berbeda dengan mi ayam, ada suatu rasa dominan yang sulit juga dijelaskan,mungkin mereka menggunakan bumbu-bumbu khusus yang justru menjadi ciri khas dari hidangan ini. Satu porsi Beef  Soup Mie Dry dipatok dengan harga 8RM. kamu bisa memesan chinese tea yang biasanya dijual dengan harga 1.4 - 2RM tergantung dimana kamu membeli makanan ini. Makanan di pinggiran lebih terjangkau daripada jika kamu makan di restauran atau cafe. Lagipula jika kamu mencoba makanan restoran, mungkin rasa makanan lokal yang ada sudah diimprovisasi. Jadi, saya lebih menyarankan untuk mencoba makanan pinggiran atau warung-warung makan di jalanan yang memang dalam kondisi bersih. 
 
Beef  Soup Mie Dry
Beef  Soup Mie Dry

3. Lor Mie
Entah kenapa setiap masuk ke kedai makanan, banyak sekali pilihan menu mi di Penang. Salah satu kedai makanan yang saya datangi ada tidak jauh dari Armenian street yakni kafe Hai Beng. Kami memesan Lor Mie, yang kalau dideskripsikan secara rasa tidak jauh dari mie ayam (lagi-lagi mi ayam) namun, Lor Mie cenderung lebih manis. Selain ada potongan ayam manisnya, kamu juga bisa melihat ada potongan telur semur/bumbu kecap manis dalam satu porsi Lor Mie.  Kuahnya kental  berwarna coklat dan lagi-lagi manis. Manusnya lebih cenderung manis gurih, jadi tidak akan terlalu eneg untuk menyantap satu porsi Lor Mie, apalagi saat itu sedang turun hujan. Sembari menunggu hujan reda untuk bisa meneruskan jalan - jalan, kami memesan 1 porsi Lor mie ( 4.5RM) dan White coffe penang (2.5RM).

Lor Mie

4. Nasi Kandar
Katanya bagi traveler yang datang ke Penang dan belum mencicipi Nasi Kandar maka mereka dianggap belum ke Penang. Nasi Kandar sebenarnya bukan makanan yang masuk dalam wishlist kuliner yang ingin aku coba, kenapa? karena nasi ini jenis makanan kaya rempah, kuah kari, dan sekilas mirip nasi Padang. Tapi, apa salahnya mencoba. Saya masuk ke salah satu kedai nasi Kandar di sekitar jalan Malabar. Saya memesan nasi Kandar seafood (10-12 RM sesuai lauk yang dipilih) dan es milk tea (2RM). Jujur, lepas dari makanan yang kaya kuah kari ini, es milk tea (teh tarik) rasanya sungguh nikmat. Kalau kamu datang ke Penang, teh Tarik ini recommended sekali untuk dicoba. Teh tarik ini memang dibuat oleh kebanyakan penduduk berdarah India/hindustan yang ada di Penang. Jadi rasanya juga jauh lebih nikmat dari pada teh tarik yang pernah saya coba sebelumnya.

Nasi Kandar seafood

5. Asam Laksa
Hal pertama yang ada di pikiran saya saat saya harus makan makanan ini adalah, pasti rasanya asam. Ya memang betul. Saya datang ke kedai Asam laksa Pasar Air Itam yang terkenal di dekat Kek Lok Si temple. Koki utama adalah Mr. Han yang memang sudah cukup tua. Meski diusianya yang seudah senja tersebut, dia masih cekatan mempersiapkan porsi demi porsi Asam Laksa dan mencampur segala bahan yang ada khususnya saat dia menaruh kuah asam laksa di dalam setiap mangkok. Dalam satu porsi asam laksa kamu akan menemukan mi yang khas, berukuran lebih besar daripada mie pada umumnya, selain itu berbagai sayuran seperti sawi, daun mint dan juga saus ikan (aku merasakannya seperti ikan pindang yang dihancurkan dengan berbagai tambahan bumbu, sehingga muncul rasa asam). Satu porsi asam laksa bisa dinikmati dnegan harga 4.5RM. Disekitar lokasi kedai kamu  juga bisa memilih minuman yang ada diantaranya es tebu ataupun es kedelai. Saya memesan 1 es tebu dan 1 es kedelai dengan harga 2.8RM saja. Sempat juga mencoba es kacang yang ada di sekitar Kek Lok Sie Temple, dengan harga 5RM. Cukup terjangkau bukan?
Asam laksa Pasar Air Itam
Kedai Asam laksa Pasar Air Itam
Es kacang
Warung es kacang di Air Itam

6. Kwetiau seafood
Kami melanjutkan perjalan dari Armenian streen ke daerah Clan Jetties, Georgetown Penang. Di sekitar Clan Jetties ada warung kwetiau pinggiran jalan, namun rasanya sungguh nikmat (saya bilang nikmat berarti memang enak, mengingat dari beberapa hari di Penang belum banyak makanan yang cocok di lidah saya). Saya memesan kwetiau seafood porsi sedang (5RM) dan minuman es kedelai (2.8 RM). Di kedai kwetiau ini kami sempat bertemu warga lokal, dan dia memberikan rekomendasi berbagai lokasi makanan terbaik di Penang. Namun, karena waktu liburan kami yang tidak mencukupi, jelas kami akan mencobanya lagi di kesempatan berikutnya.
kwetiau seafood
Es kedelai

7. Egg Oyster & Steamboat
Makan malam tiba! Suasana malam di Georgetown semakin menarik dan karena inilah, kami selalu jalan-jalan sekitaran Georgetown meski hanya mencari jajanan lokal atau justru terjebak godaan warung makan. Saat kami melewati sebuah gang tidak jauh dari Lebuh Campbell kami memutuskan makan malam (lagi). banyak sekali pilihan namun kami jelas tidak bisa memakan semuanya, akhirnya kami memesan 1 steamboat (yang isinya kami bisa pilih sendiri termasuk kuah yang disukai, mau kuah kaldu atau kuah Tom Yam). Selain steamboat kami mjuga memesan Egg Oyster yang nampaknya yummy sekali.  Untuk 2 jenis makanan, 2 porsi nasi, dan 2 minuman, kami mengeluarkan uang tidak lebih dari 15RM. Padahal untuk steamboatnya sendiri, saya memilih beragam seafood (seperti gurita, udang, bakso ikan, dan banyak lainnya).
Egg Oyster & Steamboat Seafood
Street food di Penang

I'm falling in love with Georgetown!
Tata kota yang luar biasa mencuri perhatian saya, gedung-gedungnya, jalanannya yang bahkan tidak terlalu ramai, kendaraan rapi tertata. Para pengguna kendaraan juga sangat mengharga para pejalan kaki, selain itu kamu bisa menemukan banyak point of interest di sini, jadi meski bisa dibilang kota ini tidak seramai Kuala Lumpur, tapi pengalaman yang kami dapatkan di Georgetown, tidak akan kalah menganggumkan daripada kota besar lainnya.

I willl come back someday.
Copyright © 2014 FILOSOFAST

Distributed By Blogger Templates | Designed By Darmowe dodatki na blogi