Showing posts with label tips. Show all posts
Showing posts with label tips. Show all posts

April 27, 2018

INGIN MULAI MENULIS BLOG? COBA 4 TIPS INI

"Destiny has two ways of crushing us - by refusing our wishes and by fulfilling them." -
Henri Frederic Amiel 



Beberapa waktu Aku sempat bincang panjang lebar sama satu temanku, someone behind the blog: Miss Across The Sea. Kita bicara soal menulis, membuat materi blog dan bicara bagaimana cara menjadi konsisten dalam menjadi seorang content writer. Tema pembicaraan ini "menggiring" ku sama niat cek lagi history post blog yang awalnya intensitas postnya teratur, bahkan over rajin, sampai akhirnya menurun karena satu dan lain hal. Oh iya, bicara tentang blog, di sini aku lebih sering menggunakan bahasa Indonesia karena faktor "proximity" sama pembaca. Tapi karena aku juga ingin berusaha "lebih fasih" menggunakan bahasa inggris dalam tulisan maupun lisan, aku juga menulis di wordpress dalam bahasa Inggris salah satunya juga karena mengakomodir pembaca dari luar Indonesia. Namun, post kali ini bukan berinti pada bahasa, tapi pada konsistensi. Aku percaya setiap penulis memiliki standart tulisannya masing - masing, baik bahasa, pemilihan kata, gaya bicara "yang dibahasakan", tema konten, bahkan mereka mampu memberikan deadline kepada diri mereka sendiri untuk jumlah tulisan dalam satu pekan atau satu bulannya. Poin inilah yang belum dapat aku sentuh. Sangat disayangkan sebenarnya saat kita punya materi, cerita atau apapun yang harus kita share kepada pembaca namun faktor x membuat tulisan kita terlambat dipublikasikan.

Apa yang kita dapat dari sebuah pembicaraan panjangan lebar adalah: evaluasi. Aku kemudian berpikir dan mulai mengevaluasi kembali "missing link" apa yang aku lewatkan, apa kendalanya, dan lain sebagainya. Sharing saja, bagi teman - teman yang baru belajar menulis di blog, atau mungkin baru ada niat tapi tidak tahu cara memulainya bagaimana, hal yang perlu kamu ketahui dan tentukan pertama kali adalah: Apa Tujuanmu.

Travel Story. Photo by  @dinataayu


Tujuan Menulis Blog
Sama seperti membuat suatu produk, perlu analis SWOT terlebih dahulu untuk tau sejauh mana produk ini akan efektif diterima oleh target kita. Sama seperti menjadi penulis di blog, kita harus tahu tujuan kita membuat blog. Ada beberapa diantaranya untuk selling, sharing, edukasi, dan lain sebagainya. Bahkan sekarang "ladang" para penulis blog semakin luas dan mejamur seiring berkembangnya dunia digital serta dukungan penuh dari sosial media yang semakin memperluas postingan utama di blog. Melihat "superpower" dari sosial media ini sangatlah kencang arusnya, sudah pasti kita butuh senjata buat perang bukan? Salah satu senjatanya pasti juga tujuan kuat dari blog yang kita buat. Kamu bisa mengkategorisasi konten sesuai hal yang kamu sukai, atau ahli, atau pahami.

BACA JUGA: LOOKBOOK [FASHION & TRAVEL]

Time Management
Sepenting apakah penataan waktu posting dalam menulis blog? Dari sinilah kenapa aku bisa bicara, dan memberikan "suara" bukan karena aku paham atau sudah benar, justru karena aku kurang optimal terkait hal ini. Kamu perlu menata konsistensi menulis saat memutuskan menjadi penulis blog. Umumnya bagi blogger pemula dia akan rajin menulis materi, bisa sepekan lebih dari 3 post, atau lebih, namun yang terpenting adalah teratur. Tidak masalah jika satu bulan hanya bisa post 2 x namun hal ini bisa disiasati dengan kurasi materi yang sesuai dan konten yang menarik (punya nilai informasi tinggi, atau tips unik, dan hal tertentu yang kamu kemas out of the box). Meskipun seolah ini adalah "perusahaan kita sendiri" alias kita bebas menulis apapun dan kapanpun kita mau, namun konsistensi konten serta waktu adalah salah satu wujud kedisplinan kamu untuk bisa menjadikan blog mu menarik dibaca orang lain atau di follow oleh orang lain. Jangan sampai kita "membiarkan" pembaca menunggu terlalu lama dari jarak satu post dengan post lainnya hanya karena kita yang "malas" menulis. Jadi, untuk hal ini big sorry!

Travel Story. Photo by  @dinataayu

Penggunaan Bahasa
Aku suka membaca, dari baca komik, sampai akhirnya novel yang lumayan berat ceritanya. Kemudian awal kuliah sudah mulai rajin browsing blog - blog orang Indonesia (karena bahasanya langsung bisa dipahami) tanpa harus diterjemahkan lagi. Dari sekian banyak blog, aku pernah baca blognya Raditya Dika, yang akhirnya membawa Dika menjadi salah satu penulis novel komedi fresh yang paling digandrungi anak muda. Bahkan bicara soal buku, setiap dia mengeluarkan edisi novel terbaru, bisa jadi best seller berlama - lama. Dika memilih bahasa informal, seru, crunchy (menurutku) dan beberapa kali menggunakan pengibaratan yang cukup spesifik untuk menceritakan anggota keluarganya dan hal hal yang dia lakukan. Tapi itu nilai plusnya. Siapa bilang menulis blog harus bahasa formal, baku, sesuai dan tidak boleh menyingkat kata? In my opinion, boleh. Kembali kepada gaya bahasa masing-masing orang dikaitkan dengan siapa target pembaca kita. Yang penting satu, konsisten. Jangan asal mengubah bahasa dan "citra" yang mau kamu bawa. 

TIPS: Sebelum kamu post, baca lagi tulisanmu. Baca lagi dan lafalkan. Cek lagi apakah bahasa yang kamu gunakan sudah sesuai, enak dibaca dan didengar (bedakan antara Typo dan singkatan kata karena meski mirip tapi itu beda). Hindari menggunakan bahasa yang "enak" versimu atau istilah yang hanya kamu pahami. 

Travel Story. Photo by  @dinataayu

Pemilihan Materi
Hal ini berkaitan erat dengan poin pertama yakni tujuan membuat blog. Saat kamu sudah menentukan blog kamu akan ditujukan untuk apa, tentunya konten yang kamu sajikan kepada pembaca juga harus sesuai. Sebagai contoh, kamu ingin menjadi beauty blogger dengan memulainya melalui blog. Tentunya konten di blog kamu adalah seputar tips kecantikan, make up tutorial, produk make up atau perkembangannya bisa ke skincare, hair treatment, dan semacamnya. Tidak mungkin blog kecantikan akan memuat tentang gadget terbaru, dan hal - hal yang menyimpang dari kecantikan dan body & skincare.

BACA JUGA: APA YANG PERLU KAMU HIGHLIGHT DALAM FOTO TRAVEL

Bagi travel blogger ataupun fashion blogger, pasti juga memiliki jangkauan postingnya sendiri, bahkan terkadang, fashion - travel - beauty blogger bisa dikemas dalam satu kategori besar yakni lifestyle. Bahkan ada pula yang memasukan food (healthy food, vegetarian, dll) sebagai bagian dari lifestyle. Tapi apapun pengkategorian yang kamu pilih, tentunya akan mengalami proses pemilihan materi. Hal ini yang disebut juga sebagai langkah kurasi konten (termasuk proses - proses menjadi content writer) dimana kamu bisa menyampaikan maksud dan tujuan dari blog kamu secara konsisten, dan informatif, bahkan didukung dengan gambar - gambar yang mewakili deskripsi materimu. Tentunya untuk istilah blogging, adanya image itu penting karena "picture talks more". Melalui gambar, penjelasan yang kita tulis akan terwakili secara visual. Sehingga reader tidak sepenuhnya "berimajinasi" tentang kata-kata yang kamu rangkai dalam paragraf namun imajinasi mereka akan didukung dengan gambar - gambar yang bisa merepresentasikan maksud kamu.

PENTING! Tidak selamanya kita bisa provide gambar sendiri, its oke. Tapi tentunya, setiap gambar yang kita ambil dari search engine tertentu senantiasa disertakan sumbernya. Terlebih jika gambar yang digunakan (ternyata) adalah hasil karya foto orang lain. Mari kita menghargai karya fotografi orang lain dengan melampirkan sumber atau nama fotografer (kepemilikan foto).
Hal ini tentunya pernah terjadi pada diriku sendiri, saat foto di blog aku muncul di blog orang lain dengan tema yang sama (membahas kuliner Yogyakarta). Kenapa aku  bisa yakin itu adalah foto yang aku ambil dari kameraku, karena di foto tersebut ada teman yang sengaja ku foto dari belakang. Dalam blog tersebut tidak menyebutkan nama pemilik foto bahkan sumber materi image yang dia gunakan, meski ini hal sungguh tidak nyaman, tapi baiknya let's start from our self, respect others. :) Sejak itu aku prefer pakai foto koleksi saya sendiri, dan jika harus sangat terpaksa menggunakan karya orang lain maka akan terpasang lengkap dengan link source-nya.

BACA JUGA: GAYA HIDUP "BRANDED": SEPENTING APAKAH?

Itu beberapa hal yang harus kita underlined untuk memulai jadi seorang penulis blog. Jika ada update tips lagi aku akan tambahkan di halaman ini. Kamu juga bisa share pengalamanmu selama jadi blogger di kolom komentar ya. Semoga sharing session kali ini tidak cuma bermanfaat buat reader tapi juga buatku sendiri agar bisa semakin baik memberikan konten kepada kalian.



April 28, 2016

APA YANG PERLU KAMU HIGHLIGHT DALAM FOTO TRAVEL


Sometimes it's the journey that teaches you a lot about your destination. Drake
Read more at: http://www.brainyquote.com/quotes/quotes/d/drake551817.html?src=t_journey
Sometimes it's the journey that teaches you a lot about your destination. Drake
Read more at: http://www.brainyquote.com/quotes/quotes/d/drake551817.html?src=t_journey

 ONLINE: BE QUENN OF SOCIAL MEDIA

 "Sometimes it's the journey that teaches you a lot about your destination". -  Drake



Tulisan kali hasil dari membuka kembali folder gambar di komputer, dan lengkap dengan mendengarkan beberapa lagu hits via Joox (salah satu aplikasi musik yang bisa kamu unduh dari link ini). Beberapa waktu lalu sempat menulis tentang Malaysia, hanya sebagian dari kulit luarnya saja. Kali ini saya akan memberikan beberapa info buat kamu khususnya yang paling engga bisa jauh dari koneksi internet untuk bisa be quenn of social media ... (laughing). Ini bener bukan saya banget, serius hanya karena ada pekerjaan yang membuat saya harus online dan cek email kapanpun dimanapun. Be a quenn of socmed?! Oh C'mon, followers IG aja nggak nambah - nambah (maakk..)



Lepas dari uang transport keberangkatan PP Jogja - KL - Jogja, dan akomodasi, berikut beberapa hal yang perlu kamu lakukan mulai awal masuk ke Malaysia. Oh iya, hanya sedikit masukan, pastikan total hari perjalananmu ke Malaysia, dan dalam kepentingan apa. Cek lagi itinerary yang sudah kamu buat untuk membantumu menentukan pengeluaran yang akan dibutuhkan. Saya 4 hari di Malaysia, dengan uang saku sekitar 570RM atau dalam rupiah sekitar Rp. 2.000.000 (disesuaikan pada kurs saat itu).



A. APA YANG HARUS KAMU LAKUKAN PERTAMA KALI?

Pertama kali mendarat di bandara internasional Kuala Lumpur, pastikan cek koper (jika kamu pakai bagasi) dan jangan lupa siapkan keperluan passport dan ID card dan hal - hal yang akan kamu butuhkan saat memasuki gerbang petugas imigrasi. Mungkin tidak hanya saya tapi siapapun akan segera berpikir untuk mengaktifkan handphone saat mencapai bandara, dengan harapan bisa check in di Path, atau medsos lainnya (karena kita hidup di jaman eksistensi yang merajalela). Di dalam area bandara memang disediakan layanan wifi tapi tidak nyaman juga kalau kita keliling Malaysia mengandalkan wifi di lokasi tertentu. Saya memutuskan untuk membeli kartu perdana lokal. Kebetulan pekerjaan saya juga mengharuskan saya untuk online setiap saat maka saya rasa akan lebih worth it membeli sim card baru selama di Malaysia.


Duty free: banyak barang titipan temen dan saya tidak beli. :p

Lokasi penjualan kartu perdana di bandara terletak satu rute pintu keluar tepatnya setelah kalian melewati duty free bandara tersebut. Ada beberapa operator selular yang menawarkan paket - paket khusus dengan harga beragam mulai dari 20RM, 25 RM bahkan ada yang lebih. Saya pilih Magic sim Celcom dengan layana  4G yang waktu itu mas Ari, si pegawai toko bilang kalau sinyalnya kuaaaat dimanapun kapanpun. Tadinya sih saya pikir "ni mulut orang dagang nih pasti," tapi selama menggunakan layanan ini saya sangat puas. Dimanapun lokasi saya, di pusat kota, di Petaling, maupun ke area dengan banyak hutan dan tebing, sinyal masih sangat mendukung aktifitas saya. Waktu itu saya beli Magic sim Celcom dengan harga 20RM cukup untuk kebutuhan internet selama seminggu di Malaysia (itupun dengan penggunaan cukup boros).

Mas Ari - Petugas dari Celcom

B. BAGAIMANA CARA KE PUSAT KOTA DARI KLIA? 

Waktu itu saya tiba di bandara KLIA sudah sekitar pukul 22.00 waktu setempat. Selanjutnya, kamu bisa membeli tiket bus jurusan Klia - Pudu (lokasi hotel saya berada di pusat kota jadi akan dekat ke beberapa titik obyek wisata). Lokasi loket tiket bus ada di dalam bandara, bukan di luar bandara jadi biasanya bus - bus tersebut akan mencapai pick up point depan pintu Klia. Untuk harga tiket Klia - Pudu (Desember 2015) adalah 15RM per orang. Jika lalu lintas lancar maka dari Klia ke Pudu bisa ditempuhsekitar satu jam perjalanan tapi bisa memakan waktu lebih apabila kondisi lalu lintas sedang macet (bahkan bisa 2 jam lebih). Ada satu kelebuhan juga waktu itu saya mencapai Klia malam hari sehingga perjalanan menuju Pudu termasuk lancar.
My favorite spot: Nemu di rambu-rambu perjalanan ke Pudu


Bangunan lama:  Spot dari dalem kamar mandi hotel

Oh iya, salah satu layanan bus yakni jasa antar ke masing-masing hotel secara free. Bus hanya akan berhenti di pick point utama, jadi di area pemberhentian Pudu kita akan transit ke semacam angkutan sebesar Elf untuk diantar ke hotel tempat kita menginap.

Pada salah satu sisi tembok hotel
 
"SENSITIF. Baca instruksi dan papan informasi setiap melakukan perjalanan. Jangan sungkan bertanya kepada orang yang kamu yakin informan jujur dan menguasai pertanyaan. Hal ini berguna sekali, paling tidak kamu berhasil mencoret istilah "KESASAR" di kota orang. Hindari bertanya dengan wajah panik dan bingung. Tetap pasang wajah optimis dan percaya diri."

C. FOTO APA SAJA YANG PERLU KITA AMBIL?

Selama perjalanan ada beberapa jenis angkutan yang saya pilih diantaranya Bus Rapid KL, GO KL (Free) dan juga kereta (KRL/Monorel). Untuk tarif sebenarnya tergantung jarak tempuh, dan baiknya kamu menyiapkan uang receh (lebih syukur lagi kalau bisa uang pas) meskipun jika lebih tetap akan ada uang kembalian dari mesin tiket. Khusus untuk GO KL adalah angkutan bus gratis dengan berbagai tujuan wisata di Malaysia. Untuk lokasi wisata akan disampaikan jelas di rute lintasannya, jadi saran saya meski asyik mengobrol jangan lupa mendengarkan informasi tentang setiap pemberhentian. Yang pasti, jangan lupa melihat peta rute yang telah disediakan di setiap bus, bahkan disana kamu bisa tau lokasimu saat ini dan tujuan pemberhentian selanjutnya.

Kamu bisa mudah memilih jenis angkutan dan tiket yang kamu butuhkan.
Jangan abaikan direction yang ada di sekitar. 


Kalau bicara tentang foto apa yang perlu saya ambil, saya kembalikan ke teman-teman semua. Kalau saya perlu mengambil lokasi, makanan, gedung, saya juga butuh moment, human interest, bahkan foto keramaian. Kalau teman-teman melakukan perjalanan untuk fun (bukan untuk tujuan jurnal tertentu), kamu bisa memilih beberapa obyek yang menarik untuk di bagikan di media sosial. Satu tips saat membagikan foto perjalanan: buat viewer foto kamu ikut terinspirasi dengan perjalananmu, dengan posting kata-kata informatif dan berusaha memilih kata yang jauh dari hedonisme. 


Pasar Seni
Satu lagi, kurang foto selfie dengan background yang pada akhirnya tidak nampak jelas keberadaanmu lokasi keberadaanmu, foto selfie bisa diambil kapanpun dan dimanapun jadi sayang sekali kalau isi foto perjalananmu dominan dengan foto selfie wajah sendiri. Selain itu orang tidak akan tau kamu dimana, hanya dari caption saja, yang pasti, buatlah postinganmu adalah jendela mereka untuk melihat daerah lain.  Jadi apa saja foto yang harus saya ambil? Ini beberapa diantaranya:
  1. Landscape lokasi /tempat
  2. Makanan / street food
  3. Arsitektur / sudut kota
  4. Referensi tujuan wisata/ direction
  5. Keindahan alam & budaya
  6. Interaksi kamu dengan orang lain, dll.
Landscape: Dataran Merdeka Kuala Lumpur


Arsitektur



Kuala Lumpur City Gallery


Jangan sungkan bertanya. Apabila  rute tujuan kamu tidak ada di GO KL kamu bisa ke KL Sentral untuk kemudian naik angkutan lainnya (pindah armada) yang akan mengantarkanmu sampai ke lokasi tujuanmu. Selalu siaga di tempat ramai ya. Meski bukan berarti sebuah lokasi lengkap dengan CCTV atau petugas keamanan yang siaha, namun saat melakukan perjalanan pastikan kamu meningkatkan kemampuan indera kamu agar terjauh dari hal-hal yang tidak diinginkan.

KL Sentral
Sebagai informasi tambahan, saya sarapan di central market ( Pasar Seni) pada hari pertama perjalanan. Dari lantai dasar kamu naik satu 1 lantai maka kamu akan menemukan tempat seperti foodcourt dengan banyak pilihan makanan. Tidak jarang saya bertemu dengan orang Indonesia di tempat ini. Oh iya, untuk makanan saya saat itu memesan sup tulang seharga 8.5RM dan Nasi Hainan seharga 5.5RM. Dua jenis minuman dipatok dengan harga 6RM. Di pasar seni saya sempat membeli pashmina sebagai oleh-oleh mama di rumah, harga 25RM untuk dua pashmina.

Sup tulang di food court central market

Saja melakukan perjalanan dari Raja Chulun ke KL Sentral dengan biaya 2.8RM dan ditempuh dalam waktu 15 menit saja. Rute ini merupakan rute awal yang harus saya tempuh menuju Batu Cave, salah satu tempat  tujuan wisata di Malaysia.  Dari KL Sentral kamu naik angkutan berbeda (destinasi ke Batu Cave - kamu bisa menyampaikan tujuan ke petugas tiket di KL Sentral). Biaya tiket waktu itu 2.6RM. Dari KL sentral ke pemberhentian Batu Cave membutuhkan waktu perjalanan sekitar 30 menit.

D. CIPTAKAN MOMENT

Memang sih, moment itu umumnya terjadi karena hal yang tidak disengaja. Tapi sebenarnya moment itu bisa disempurnakan atau bisa dibilang "dibuat" dengan sedikit sentuhan "iseng & kreatif".  Foto moment yang tepat bisa menjadikan kualitas fotomu menarik dimata orang lain, tidak hanya sekedar gambar. Masih bingung dengan maksud dari ciptakan moment? Foto di bawah ini hanya contoh saat saya berada di Batu Cave Malaysia, dimana banyak sekali burung dara. 

Area pintu depan Batu Cave
Moment yang saya maksud adalah keberhasilan kamu membuat foto ini tidak hanya menjadi foto biasa tapi buatlah luar biasa dengan mampu membuat burung-burung dara itu terbang. Pada moment yang tepat kamu akan berada di tengah burung-burung yang  berterbangan. Dan pastinya jika posisimu tepat maka bakal terlihat menarik sekali. Berhubung dalam kasus ini sedang tidak dalam (niat yang cukup) untuk menerbangkan burung-burung, jadi saya biarkan saja mereka mendekat ke arah saya (Smiling.....)

Demikian beberapa hal tentang apa saja yang perlu kamu highlight dalam foto travel. Kamu bisa eksplorasi ke hal lainnya, karena kreatifitas manusia kan tidak ada batasnya. Happy travel.......









March 24, 2016

ACCIDENTALLY: I'M IN MALAYSIA

WHAT I WEAR FOR TRAVEL IN MALAYSIA

I have always loved fashion because it's a great way to express your mood. And I'm definitely a shoe lover. The right pair of shoes can change the feel of an outfit, and even change how a woman feels about herself.
 - Fergie


Sebenarnya ini adalah sesuatu yang ingin saya tulis sejak Desember 2015 lalu. Jelang akhir tahun 2015, sempat perjalanan di Malaysia. Malaysia masih termasuk deretan negara di Asia Tenggara yang kultur budaya dan religinya cukup kuat. But, it doesnt mean kita harus meraba-raba cara kita berbusana, khususnya kalau kamu memang suka memadu-padankan outfit dari ujung kepala sampai kaki. 


Aku sendiri bukan karakter orang yang terlalu seperti itu, yang pasti beberapa hal yang perlu diperhatikan (khususnya kalau kamu suka fashion-travel) adalah:

1. Kenyamanan nomor satu. Modis boleh modis, pakaian boleh unik, tapi utamakan kenyamanan. Lihat dan ingat lagi medan atau area mana yang akan kamu kunjungi. Jangan sampai pakai alas kaki yang salah khususnya kalau kamu harus berjalan cukup jauh, atau kamu justru pakai rok mini atau hotpants saat datang ke lokasi wisata religi. "Dimana kaki berpijak, disitu langit dijunjung."




2. Berbaur. Traveling asik adalah kami bisa berbaur dan ngobrol sama warga lokal. Akan banyak sekali informasi tambahan yang perlu kamu tau tentang sebuah lokasi, jalan, kebudayaan, dan banyak lainnya. Malaysia memiliki banyak kelebihan dalam berbagai faktor, seperti sistem komunikasi, transportasi, dan keanekaragaman budaya masyarakatnya.  Selama perjalanan kereta dan bus menjadi sumper transportasi utama yang saya pilih. selain harga terjangkau, untuk mendapatkan tiket kereta maupun menunggu jalur bus yang kita butuhkan ternyata tidak sesulit saat menunggu bis di sini. (read: negara sendiri).  

Tata kota juga menarik. Ada bagian yang rapi berjajar gedung-gedung besar dan tinggi namun tak jarang juga melihat perkampungan masyarakat yang jauh dari metropolisme kota. Justru berbedaan ini yang menajdi poin ketertarikanku. 





3. Mix n Match. Memang atribut busana bukan hal yang paling penting kalau lagi jalan-jalan, tapi hal itu tidak berlaku kalau kamu hobi mengabadikan berbagai gambar yang pasti adab kamu sebagai obyeknya (baik obyek tambahan atau obyek utama). Aman memang pilih busana casual dan bahan kainnya nyaman, nggak panas. Sekarang sudah banyak sekali modifikasi busana yang berbaga Tshirt tapi dengan teknik cutting unik. Oh iya, hindari pemkiran bahwa, pakai baju bagus harus mahal. *coret besar




4. Pilih footwear yang nyaman. Aku cenderung memilih kets, flats, dan sandal (flats) karena fikirku (aku tidak ke sebuah tempat atau acara yang mengharuskanku berheels). Tapi, jika kunjunganmu ke sebuah kota/negara salah satunya harus menghadiri acara tertentu, berjagalah heels, maybe better wedges karena jenis sepatu ini membuat lebih nyaman menapak, berbeda dengan stilleto dengan heels runcing. 




5. Jeans memang aman. Tapi, there's too much option right?! Pakai jeans panjang atau papaun yang berbahan jeans memang adalah pilihan aman atau vute mungkin (untuk pants dan mini skirt) tapi bahannya yang keras dan kaku, kadang bagi beberapa orang yang memakainya akan merasa risih. Yang pasti, kamu boleh bawa jeans untuk berjaga-jaga tapi, lagi-lagi ingat kemana kamu akan pergi. Jika tujuanmu adalah daerah dengan dominan pantai, I think segera keluarkan celana jeansmu dari koper.




Dari sekian bulan penuh dengan tanggungjawab, akhirnya setalah perjalanan dari Malaysia Desember lalu, hari ini bisa traveling lagi ke Bali. Bali selalu jadi tempat penyembuh luka, so lets pack your suitcase! Come with me on this great escape....



November 18, 2015

BELAJAR DARI HATERS DAN BIEBER

KILL THEM WITH KINDNESS


“There’s gonna be times in your life when people say you can’t do something. And there’s gonna be times in your life when people say that you can’t live your dreams. This is what I tell them: Never say never!” – Justin Bieber 
 

Entah kapan muncul istilahnya tapi sekarang ini istilah “haters” bukan hal langka lagi. Haters berasal dari kata “Hate” yang berarti benci. Haters memiliki makna para pembenci dan mereka bisa dari kalangan personal ataupun kelompok. Masih sulit bagaiamana saya bisa mengkategorikan apa motif haters bisa sangat membenci dan menyalahkan seseorang atau pihak obyek lainnya. Umumnya, para haters menyerang karakter personal, menyalahkan semua hal yang dilakukan obyek, dan menganggap apapun yang berkaitan dengan obyek adalah hal yang patut jadi bahan  pergunjingan.  Biasanya memang public figure adalah sasaran empuk para haters, anehnya lagi semakin seorang haters tau dia ini haters, maka semakin kuatlah kemampuan mereka “mem-bully” obyek.  Banyak public  figure dari kalangan artis, penyanyi, atau sejenisnya memutuskan untuk menutup akun media sosial mereka salah satunya karena tingkah para haters yang tiada henti melakukan agresi di dunia maya. Tapi anehnya mereka hanya terus menjadi followers kita, seolah tidak bisa berhenti ingin tahu kabar kita setiap hari.

“Semakin tinggi pohon tumbuh, maka semakin kencang angin berhembus.”
Semakin tinggi kamu nampak dimata publik, maka salah satu efeknya kamu punya haters. Sebenarnya bisa dibilang segi positifnya punya haters adalah kita bisa mengukur sejauh mana mental beton yang ada dalam diri (tertawa). Atau paling tidak, bagi beberapa orang ulah para haters justru menghibur. Apa yang meraka lakukan, katakan, gunjingkan, bisa jadi hiburan dikala waktu senggang sembari minum kopi atau ngemil biskuit.
 
Saya tidak beken! Tapi, saya bersyukur punya haters. Kenapa? Karena dua poin di atas bisa saya praktikan hampir setiap saat (termasuk soal kopi dan biskuit – tersenyum – hampir tertawa).  Beberapa karakter haters yang ada di sekitar saya: 
  • Twit-War.  Dimulai tahun 2013, saya membaca twit-war pertama saya.  Awalnya aneh, kok bisa, tapi lama – lama sampai detik ini justru sesekali jadi hiburan ringan. Paling tidak dalam hal ini, kita semakin tahu banyaknya karakter orang di luar sana dengan berbagai gaya bicara dan cara mengeksekusi kata-kata. Saya ingin satu kutipan  Mrs. Munro dalam film Holmes bahwa “Jangan pernah ucapkan semua kata-kata yang ada di kepalamu”. 
  • BBM-War.Ini yang paling seru. Tapi sulit untuk diungkapkan, kenapa? Karena kadang haters bukan saja dari orang yang tidak kenal kalian, tapi orang yang mungkin ada di daftar contact BBM, dan media sosial lainnya. 
  •  Instagram. Serangan utama. Tapi tidak terlalu mendominasi. 


BELAJAR DARI BIEBER.

Kenapa tiba-tiba saya bicara tentang Bieber?
Saya bukan fans atau fanatic terhadap artis tertentu. Secara kebetulan,  beberapa waktu lalu saya membaca artikel tentang peraihan 5 penghargaan sekaligus, setelah Bieber vakum beberapa lama.  Dalam ajang MTV Europe Music Awards (EMA) 2015. MTV EMA tahun ini diselenggarakan di Milan, Italia, dia meraih penghargaan Best Male, Biggest Fan, Best Look, Best Collaboration, dan Best North America Act.

Siapa Bieber sebelum terkenal?
Bieber memiliki bakat memainkan berbagai jenis alat musik seperti piano, drum, gitar dan terompet.  Kepiawaiannya bernyanyi mulai nampak ketika dia berhasil meraih juara kedua dalam sebuah lomba nyanyi di kota kelahirannya, Stratford, Kanada. Saat itu, Justin memukau para juri dengan kemampuannya membawakan single Ne-Yo, "So Sick”. Nasib baik mulai mendekati Justin ketika Scooter Braun, mantan marketing eksekutif di label rekaman milik Jermaine Dupri, So So Def Records, secara tak sengaja melihat salah satu video penampilan Justin yang diunggah oleh sang ibu di Youtube. Terpesona dengan penampilan Justin, Scooter kemudian melacak keberadaan Justin dan berhasil menghubungi Pattie. Scooter lantas meminta ijin pada Pattie agar Justin bisa terbang ke Atlanta, Georgia, untuk merekam beberapa demo lagu. Meski sempat ragu, Pattie akhirnya mengijinkan Justin pergi menemui Scooter.  Sesampainya di Atlanta, Scooter kemudian memperkenalkan Justin pada Usher. Usher pun tertarik dan bersedia menjalin kerjasama dengan Scooter lewat perusahaan Raymond Braun Media Group (RBMG) untuk mengembangkan bakat Justin. 

Bagi beberapa orang (bukan beberapa, mungkin lebih dari ribuan orang) akan melihat bahwa Justin, hanya bernasib baik. Oke, bagaimana jika nasib baik datang saat dia tidak bisa bernyanyi, tidak bisa menari dan tidak bisa memainkan berbagai alat music? Apakah akan disebut nasib baik?

Kualitas diri adalah utama. Usaha jadi No. 1. Nasib baik, anggaplah bonus.
Kapan kamu akan meraih semua rencana yang sudah ditata rapi, tergantung seberapa besar effort yang kamu lakukan. Mental yang  dimiliki banyak orang berbeda-beda, dan ini pasti berpengaruh pada result.

“I’m telling you, people. Everyday we wake up is another blessing. Follow your dreams and don’t let anyone stop you.” - Justin Bieber

Bieber dan haters.
Jutaan orang yang tanpa dasar atau justru telah meriset dari berbagai video live JB, akan menggunjing bagaimana seorang Justin kurang bisa bernyanyi, hobi lupa lirik, atau hanya mengandalkan tarian daripada kualitas suara (ini bukan kata saya, bukan menurut saya, tapi saya baca berbagai sumber). Kemudian pada album terbarunya “PURPOSE” yang berisi 13 lagu, dia membuktikan bahwa kevakumannya beberapa waktu berbuah hasil.   Dan pada satu penampilan live nya pada acara Ellen Show, Justin berhasil mengantongi banyak komen positif tentang peningkatan kualitas suaranya saat penampilan langsung. Menurutmu ini tanpa usaha?

“To all the haters out there I wish u the best. U cant bring me down. I wake up everyday grateful 4 the opportunity and grateful to the fans.” - Justin Bieber


Haters gonna hate! So, hadapi dengan sangat bijak. Atau tidak perlu dihadapai sama sekali.  Kita tidak perlu jutaan orang mengenal kita atau membenci kita, hanya perlu orang-prang sekitar yang benar – benar tahu betul tentang kita dan bisa menjadi tempat untuk “pulang”.

Para pembenci hanya akan semakin gusar melihat kesuksesanmu, semakin menyudutkanmu melihat caramu tertawa atau bahkan berhasil meraih sesuatu, mungkin apapun yang kau ucapkan hanya akan menjadi tong kosong bagi mereka. Lantas, kita bisa apa? Kill them with kindness.

“I know my friends, family and fans know the person I am. Hearing adults spread lies and rumors is part of their job I guess. But all I have to say is… kill them with kindness.” - Bieber




Source artikel: 
Kidnesia, wowkeren, justinbieberzone. 


Copyright © 2014 FILOSOFAST

Distributed By Blogger Templates | Designed By Darmowe dodatki na blogi