Showing posts with label ayuchasingthesun. Show all posts
Showing posts with label ayuchasingthesun. Show all posts

December 28, 2018

SUKA DUKA LIBURAN DI MELACCA


"Time moves in one direction, memory in another."
- William Gibson




Hai!
Aku terlalu sering memulai kalimat pembuka dengan kata Hai, bahkan saat aku bingung harus membuat caption apa di Instagram. Okey, anggaplah thats the easiest way to start everythings, termasuk postingan blog kali ini. Awal Desember 2018 lalu, aku akhirnya punya kesempatan ke Malaysia lagi setelah beberapa kali datang, dan akhirnya punya cukup waktu buat lanjut Solo Travel ke Melacca, sebuah kota yang tidak terlalu besar, jaraknya sekitar 3 -4 jam dari Kuala Lumpur (depends on traffic).

KENAPA MELAKA?
Beberapa teman bertanya tentang hal ini, kok ke Melacca? Ngapain ke Melacca? Mang ada yang bagus di sana? dan segala pertanyaan sejenis, kayak "Melacca itu, saking g banyak yang bisa di explore, palingan juga kelar 2 hari. Hal ini, sama sekali tidak membuatku ragu untuk membereskan seluruh preparation ke Melacca. Secara, aku juga butuh liburan ke suatu tempat yang tidak terlalu ramai, tidak terlalu "sulit" medannya. Sebelumnya sempat tepikir untuk liburan ke Krabi - Thailand, tapi setelah membuat pertimbangan ini itu akhirnya aku memutuskan 5 hari menghabiskan masa liburanku di Melacca, sebuah kota peninggalan portugis di Malaysia. Aku sempat tertantang, kayak apa sih ni kota, sampe orang - orang bilang, ga banyak yang bisa aku explore di sini. Nice. Itu dah kayak kasih tantangan tersediri bukan.

Museum Stadthuys
Kurang dari dua bulan aku beli tiket dan urus perihal akomodasi dan itinerary. Oh, kayaknya malah cuma sebulan, karena bisa dibilang ini adalah liburan ter-last minute -ku sepanjang sejarah. Lebih dari 20 lokasi yang ingin aku datangi termasuk juga cafe dan kedai makanan yang menurut info itu cukup terkenal dan makanannya pun enak.

Perjalanan ke Melacca
Aku naik Air Asia direct dari Yogyakarta. Dari KLIA2 naik bus ke Melacca Sentral, sekitar 3 jam. Ada kendala? Ada. Hahahaha..... Karena kebetulan aku perbangan siang ke malam, jadi aku akan diprediksi landing di KLIA2 pukul 9 malam (belum pakai muter - muter KLIA2 karena harus lewat imigrasi dan lain sebagainya). Dari web yang aku liat tentang jadwal bus, menginfokan bahwa bus terakhir adalah pukul 21.30 waktu Malaysia. Oke, berarti aku hanya punya waktu  30 menit sampai ke Terminal Bersepadu Selatan (TBS) yang ada di kompleks KLIA2 tepatnya turun 1 floor dari arrival gate. Apa saja yang harus aku prioritaskan waktu itu:
  1. Ngebut proses di Imigrasi (jangan sampe aku mampir - mampir dan bikin ada di atrian panjang Imigrasi). And I did it! Ini adalah rekor tercemerlang-ku karena ada diurutan pertama antrian imigrasi KLIA2 setelah lari kocar - kacir paska landing. Sampe pengen pipis aja ditahan bentar, dimasukin lagi ke kandung kemih, dijagain sampe ntar lebih aman sikonya. Hahaha!
  2. Beli simcard. Koneksi internet adalah hal yang sangat penting untuk traveling saat ini. Kamu bisa pesen taksi online, bisa liat GPS, bisa liat informasi yang sekiranya kamu butuhkan saat perjalananmu. Kebetulan, aku keluar dari arrival gate pukul 21.05, pesawat landing 10 menit lebih awal, jadi punya waktu cukup untuk lari -lari ke imigrasi dan urus beli simcard yang ada tepat di depan pintu keluar. TAPI, apalah arti namanya apes tak terhindarkan. Aku sampai ganti nomor 2 x di tempat jual simcard karna katanya kuotaku kok ga bisa keload dengan sempurna. Padahal perlu waktu sekitar 5 -7 menit untuk registrasi kartu itu, cek passport dllnya. Aku liat jam dan ternyata aku cuma punya waktu 5 menit lagi ke TBS, akhirnya aku minta batal proses simcard. Sebel sih, karena kayak merasa sia - sia dah berhasil keluar imigrasi cepet tapi tertahan di simcard corner.
  3. Pesan tiket bus di TBS. Namanya dimudahkan, untunglah masih ada jadwal bus paling terkahir yakni pukul 22.15. Oke meskipun nanti imbasnya akan sampai ke bab check in hotel. Tapi ya sudahlah yang penting jalan dulu. Jangan lupa perhatikan betul jam keberangkan bus, dan kode bus, serta shelter yang sesuai agar kalian ngga salah nunggu. Lokasi "mangkal" bus ini tepat di pintu keluar TBS.
  4. Gunakan grab. Aku naik grab dari terminal Melaka Sentral, ke hotel - eh lebih tepatnya backpacker hotel (karena kali ini aku memilih stay di dormitory bule - bule gitu ga jauh dari Jongker Street). Dari Terminal ke hotel, biaya grab cuma 7 RM sahajaaa.. Murinda! (Murah, nda!).
Oke, aku akan cerita lengkapnya tentang cerita di masing - masing lokasi wisata pada postingan selanjutnya. Kali ini betul -betul cerita tentang pengalaman tak terlupakan di Melaka yang mungkin kalian perlu tahu. Perjalananku dimulai di hari kedua (secara karena hari pertama isinya full perjalanan dri Yogya ke Malaysia, lanjut Malaysia - Melaka).

Tiket bus dari KLIA 2 ke Melaka Sentral

SUKA DUKA JALAN KAKI
Jalan dari hotel ke Jongker Street buat cari makan sekaligus explore museum Stadthuys dan sekitarnya. Aku memilik kemana-mana jalan, dalam area ini kamu tetap akan dimanjakan dengan suasana kota yang asik, klasik, unik, dan khas sentuhan peranakan. Memang, meskipun Melaka kuat peninggalan Portugis, tapi banyak juga arsitektur diwakili gedung - gedung bergaya peranakan. Salah satu lokas wisata di sini yang kuat khas peranakan yakni Museum Baba Nyonya. Museum ini menandai sejarah peranakan dimana dulunya ada masyarakat lokal (pribumi) yang menikah dengan keturunan Cina, maka anaknya disebut Baba (untuk pria) dan Nyonya (untuk wanita). Opsi lainnya selain jalan kaki, pastinya sewa sepeda atau Grab. Oh iya, kalian juga boleh banget mencoba asyiknya naik Beca (mirip becak kalau di Indonesia), kendaraan lokal yang lengkap dengan hiasan dan lampu warna - warni, bahkan dengan lagu - lagu hitz yang dimainkan keras melalui speaker yang ada di Beca. Kota ini termasuk aman, mau aku pulang malam (dan bahkan dini hari) aku masih aman sampai hotel. tapi tetap ya, kalau kalian Solo Travel sepertiku, meskipun banyak referensi daerah itu aman, tidak jamin kejahatan atau pelecehan tidak muncul. Kalian tetap harus berhati - hati, gunakan intuisi, selalu waspada dan memang better jangan suka improvisasi masuk gang - gang sepi. Meskipun aku sempat mengalami lewat jalanan sepi di Melaka,tapi aku tetap lewat jalur utama.

Kompleks Red Building

SUKA  DUKA MAKANAN DI MELAKA
Ingat! Bagi kalian yang liburan ke Melaka dan benar - benar ingin makanan halal, tak ada salahnya kalian menanyakan dulu makanan yang ingin kalian makan apakah bener - bener apa engga. Karena tidak selalu makanan yang tidak mengandung daging pork secara langsung, tapi dia menggunakan minyaknya. Ada beberapa makanan halal di Jongker, salah satunya di Sayyid Antique, boleh seacrh di google. Makannya ada soto, lontong, nasi lemak, dan beberapa pilihan minuman yang nikmati, dijamin halal. Oh ya, pilihan lainnya kalian bisa ke Jongker 88, itu famous pisan di sana. Bisa pilih asam pedas, berbagai mi lezat dan kamu juga bisa nyoba es cendol durian. Aku pecinta mi, pengen banget coba wantan mi, tapi apa daya, memang tidak boleh dimakan, karena hampir semua wantan mi itu tidak halal. Oke baiklah!

Sarapan di Jongker 88. Mie Bakso Ikan

SUKA DUKA CUACA DI MELAKA
Oke benar, bahwa Desember bukan waktu yang bagus buat datang ke Kuala Terengganu, lokasi kedua yang rencananya akan aku datangi setelah 2 hari di Melaka (tadinya). Tapi karena info dari beberapa teman di Couchsurfing bahwa pulau Lang Tengah dan pulau Redang di Kuala Terengganu di tutup selama Desember - Februari karena cuaca di waktu tersebut kurang baik, jadinya aku memilih stay di Melaka. Dan jangan sedih, di Melaka juga tetep hujan anyep - anyep gitu tiap hari. Meskipun syukurlah 3 hariku di sana cerah, 2 hari ujan. Cerah dalam hal ini, ada masa dimana aku bisa aman explore lokasi wisata, meski sorenya tetep ujan, atau paginya di awali ujan. Jangan lupa untuk bawa payung kemanapun, paling nggak kamu nggak akan kerepotan saat hujan mulai turun sedangkan kami masih berada di lokasi yang tidak memungkinkan untuk berteduh.

SUKA DUKA HOSTEL DI MELAKA
Aku akan cerita tentang dua lokasi hostel backpacker yang aku gunakan. Biasanya dari jauh- jauh hari, aku cari dulu beberapa hostel yang memang review nya bagus, ratingnya oke, dan yang pasti review google nya dan komen usernya meyakinkan. Kedua dari look nya harus udah feel in duluan. Salah satu hotel yang aku gunakan adalah Ringo's Foyer, hanya 5 menit dari Jongker Street jalan kaki. Aku suka banget sama hotel ini, karena murah, simple (bed-nya ada kotak gitu, mgkn bisa kayak cabin hotel kali ya nyebutnya), terus lokasinya dekat kemana - mana, khususnya ke Jongker Street, semua yang tinggal di sini (yang mana 100%) juga baik - baik dan ramah, apalagi Daniel, yang jaga hotel. Kamar mandi bersih dan lingkungan cukup tenant dan menyenangkan.



Hotel backpacker kedua yang aku gunakan di dua malam terakhir adalah The Bunk  By Olive, nah ini kalo jalan kaki ke Jongker mayan jauh, ada sekitar 10 -15 menit. Makanya waktu pindah hotel, agak sedikit penyesuaian ulang, dari lokasi yang cozy ke lokasi yang dekat dengan jalan raya, yang setiap malam masih denger suara bus, kendaraan melintas. Tapi nilai plusnya dari hotel ini adalah bersih banget, kamar utama, dan ruang tamu di kasih karpet bersih, ada pula dapur, ruang santai, ruang makan yang lantainya kinclong buanget. Kamar mandi juga nyaman, hot water ada dan lancar, pada intinya dua hotel ini menyenangkan, ga ada yang bermasalah, hanya saja kendalanya lokasinya yang satu dekat, yang satu agakjauhan dari Jongker Street. Bicara rate harga, Ringo's Foyer lebih murah dari The Bunk by OLive, salah satu faktornya adalah karena Itu aja sih.

Thats all! Kalau kalian masih ingin dan perlu tau beberapa hal seputar liburan Melaka, leave comment di bawah ya. Kadang suka bingung kalau menulis yang diluar moment terbaik atau terkonyol. Siapa tau ada hal - hal penting yang terlewat untuk diceritakan.











May 14, 2018

OBYEK WISATA MURAH DI HONG KONG (RINCIAN BIAYA)

"Whatever you do, or dream you can, begin it. Boldness has genius and power and magic in it." 
– Johann Wolfgang von Goethe


Seminggu di Macau - Hong Kong sebenarnya kurang puas jika kamu ingin explore semua lokasi. Sebelum aku cerita tentang indahnya Macau, kota bekas jajahan Portugis ini aku akan sharing tentang beberapa lokasi wisata free di Hong Kong. Aku menuju Hong Kong dari Macau naik kapal Turbojet  di termina Ferry Macau. Harga tiket Turbojet per orang adalah 160MOP menuju Kowloon Hong Kong, dengan lama waktu perjalanan sekitar 1 jam. Setelah memasuki area Ferry Terminal silahkan cari konter tiket Turbojet (naik 1 lantai dari pintu masuk). Di sana kamu akan melihat beberapa konter lengkap dengan tujuan turun ferry seperti Kowloon atau mau ke Hong Kong Central. Sebagai informasi, Hong Kong seperti pecahan pulau - pulau, aku stay di daerah Kowloon, tapi ada beberapa juga lokasi yang aku kunjungi di Hong Kong central. Kamu bisa naik MTR atau ferry setiap mau menyeberang / menuju ke beberapa bagian Hong Kong. Buat kalian yang ingin ke Disneyland juga berada di area lain, demikian juga airport Hong Kong yang terletak di Lantau Island. 

Tiket Ferry. Photo by @DinataAyu
Ferry Terminal Macau. Photo by @DinataAyu
Sedikit cerita, kami sempat bingung pertama kali menginjakan kaki di Hong Kong, karena saat keluar dari lift Ferry terminal di HK ternyata pintu keluarnya mengarahkan kita ke mall. Apalagi SIM card yang aku beli di Macau masih penyesuian dengan jaringan internet yang ada di Hong Kong (jadi butuh waktu beberapa saat untuk koneksi kembali normal). Kami jalan ke Nathan Road, menuju hotel kami di area Chungking Mansion. Area ini banyak banget Indianya, makanya kalian akan lebih mudah mendapatkan makanan halal di sini karena bisa dibilang Chungking Mansion ini semacam pertokoan tapi ada yang nyambung (connecting) ke hotel - hotel yang cukup terjangkau budgetnya.

1. Ladies Market & Sneaker Street
Bicara tentang wisata free sebenarnya banyak lokasi wisata yang memang gratis di Hong Kong, godaannya cuma 1, kamu belanja apa engga. Gitu aja sih simplenya. Malam pertama di Hong Kong aku sengaja mampir ke Sneaker Street dan Ladies Market yang lokasinya nggak terlalu jauh. Area pedestrian di sini juga cukup enak buat jalan kaki, ditambah bisa lihat deretan pertokoan yang menjual berbagai brand nasional ataupun mancanegara (melihat lo ya, catet. Ini masih gratis kalau cuman lihat doang). Jalan di sini juga ngga berasa capek. Istilahnya, rambu lalu lintasnya jelas, kita aman buat jalan, terus area pejalan kakinya juga meski padat tapi kondusif deh.

Photo by @DinataAyu
Kami sengaja membeli oleh - oleh di hari pertama agar bisa langsung dipacking. Oh iya, Sneaker Street ini adalah deretan pertokoan yang kanan kirinya isinya sepatu semua. Dari cerita beberapa rekan yang udah ke sana, kalau beruntung mereka bisa dapat harga sepatu ori dengan diskon sampai 50% tapi saat kami kesana meskipun lebih terjangkau tapi harganya lebih tinggi dari online tapi dibawah harga toko. Jadi khusus untuk ladies Market dan Sneaker Street, pengeluaran tetap tergantung sama budgetnya masing - masing. Pun jika kalian tidak memutuskan untuk belanja, sebenarnya walking around sambil lihat suasana Hong Kong dan sesekali nyoba streetfood-nya juga untuk cukup enak kok.



2. Ten Thousand Buddha Monastery
Jika hotel kalian di area Nathan Road/ Tsim Tsa Tsui, kalian cari MTR terdekat (waktu itu aku dari MTR Tsim Tsa Tsui - Line Merah) terus ganti line hijau turun di Prince Edward, terus 2 x pemberhentian di Kowloon Tong. Dari sini kami pindah Line Biru dan turun di Sha Tin. Kamu tinggal tap aja kartu Octopus kamu di pintu masuk ke peron (apa sih nyebutnya, peron ya hehehe), dan tap lagi setiap kamu mau keluar (disitulah biaya perjalanan kamu dikenakan charge). Oh iya, kamu bisa beli Octopus Card di statiun MTR langsung aja ke Customer Service / bagian informasinya. Harga adalah 150HKD dengan saldo MTR 100HKD dan deposit 50HKD yang bisa di refund pas kamu balik ke Indonesia (refundnya di Bandara Hong Kong).

Photo by @DinataAyu
Kuil di Ten Thousand Buddhas Monanstery. Photo by @DinataAyu

Balik lagi ke cerita. Dari statiun MTR Sha Tin, kamu tinggal jalan keluar ikutin jalan dan pedestrian, belok kiri sekitar 20meter dan belok kanan di area pertokoan gitu, jalan lagi sampai ujung (seolah - olah jalan buntu). Tadinya aku pikir GPS ku error, ternyata memang lokasi Ten Thousand Buddha Monastery ada di jalan kecil di belakang gedung paling ujung. Pagi itu hujan gerimis, cuaca Hong Kong pada bulan Mei memang umumnya basah dan gerimis, jadi better kalau kalian ke sana cek dulu cuaca pada tempo kalian datang.

MTR map. Source

Tidak ada biaya masuk di lokasi ini. Di pintu masuk kalian akan langsung melihat deretan tangga - tangga yang mana kanan kirinya terdapat patung Buddha. Konon katanya jumlah anak tangga ini mencapai 430 anak tangga. Tangga pun dipersiapakan menjadi dua, sisi kanan adalah tangga biasa pada umumnya dan sebalah kiri adalah jalan khusus yang digunakan untuk masyarakat berkebutuhan khusus (misalnya menggunakan kursi roda dan lain sebagainya, biar lebih mudah saat family mendorong kursi rodanya). Meskipun capek dan pegel kaki macam gimana, tapi kami tetap berusaha menyelesaikan perjalanan sampai puncak. Sesampainya di puncak, kalian akan melihat kuil Buddha, dan juga indahnya view Hong Kong dari sini. Sebelum area puncak ini sebenarnya di 2/3 perjalanan, adapula pagoda dan 1 gedung lainnya. Cuma aku memang terlalu fokus sama kuil di puncak jadinya tidak sempat mampir ke Pagoda tersebut.

"Perhatikan angka/ huruf jalur exit saat ingin ke pintu keluar agar kalian tidak salah lokasi. Masing - masing exit door sudah diarahkan ke jalan/ gedung atau poin of interest tertentu untuk memudahkan masyarakat. Contoh kodenya biasanya pakai huruf sperti Exit A,B, C,D atau bisa C1, C2, dan lain sebainya."


3.  Nan Lian Garden & Chi Lin Nunnery.
Beranjak dari MTR Sha Tin kami kemudian menuju Kowloon Tang kembali untuk ganti ke MTR Line hijau menuju Diamond Hill. Kalian akan keluar langsung dari mall Plaza Hollywood, dan dari sini hanya tingga jalan ke arah kiri mengikuti pedestrian hingga bertemu pertimbangan rambu-rambu jalan yang tertulis Nan Lian Garden & Chi Lin Nunnery. Udah deh, tingga nyebrang dari rambu - rambu ini langsung ketemu gerbang Nan Lian Garden. Taman ini udah jadi wishlist di itinerary aku karena pada dasarnya aku suka lokasi yang hijau - hijau, keliatan asri dan semacamnya. Lokasi ini tentu juga free, namun di dalam taman tidak boleh makan dan minum (mineral water masih diijinkan).
Bonsai cantik di Nan Lian Garden. Photo by @DinataAyu
Nan Lian Garden. Photo by @DinataAyu
Taman ini dibuka di bulan November 2006 dan menjadi satu lokasi favorit turis lokal ataupun mancanegara. Di dalamnya ada beberapa gedung yang menampilkan arsitektur China, adapula Rockery dengan macam - macam batu - batuan dan kaligrafi, ada 1 gedung lainnya yang ga boleh dimasuki wisatawan, serta ada pula tempat penjualan souvenir. Oh iya, di kompleks gedung Rockery kamu juga akan menemukan puluhan tanaman bonsai yang sangat indah. Di masing - masing pot Bonsai juga telah tertera nama Bonsai terkait yang pasti telah dikelola dan dirawat baik oleh ahli tanaman di Nan Lian Garden. Semua tanaman, pepohonan dan bunga - bunga di Nan Lian Garden tertata sangat cantik dan sangat terawat. Bahkan saat itu kamu melihat ahli taman sedang mengecek kondisi daun dan ranting pohon untuk mengetahui tingkat kesuburan tanaman. Jujur, saya tidak mengeksplore seluruh lokasi, karena hari itu gerimis semakin deras, akhirnya saya naik tangga penyebarangan (dari lokasi Nan Lian Garden) menuju Chi Lin Nunnery.

Gedung Rockery dengan lokasi bebatuan & kaligrafi, Photo by @DinataAyu

Muesum arsitetur Cina. Photo by @DinataAyu
Chi Lin Nunnery. Photo by @DinataAyu
Arsitetur Chi Lin Nunnery benar- benar sesuai dengan yang dipamerkan di gedung arsitek cina di Nan Lian Garden. Masuk ke area ini benar - benar merasakan kembali lagi ke jaman dahulu masa kerajaan lampau dan begitu kuat sentuhan gama Buddha di gedung ini. Di beberapa ruang ada patung Buddha dari emas berukuran cukup besar (kalau dikira - kira 2m lebih kayaknya) karena pihak sekuriti  obyek wisata juga tidak mengijinkan wisatawan mengambil foto Buddha emas ini.


4. Garden of Stars
Dulu namanya Avenue of Stars lokasinya pas di tepi laut. Tapi pemerintah setempat memindahkan lokasi ini sebenarnya tidak jauh dari lokasi awal, mungkin sekitar 5 menit jalan kaki. Kalian di sini akan menemukan patung Anita Mui, Bruce Lee, cap telapak tangan dari artis - artis Hong Kong dan sekitarnya, serta banyak patung - patung lainnya yang bisa menjadi spot foto oke. Lokasi ini tentu free karena menjadi taman yang sengaja disiapkan menjadi satu daya tarik wisatawan. Aku jalan kaki dari jalan utama di Tsim Tsa Tsui ke arah Hong Kong Space Museum. Dari sini kalian jalan ke arah hotel Peninsula, lanjut terus sekitar 200 meter (kayaknya sih nggak ada 200m). Kalian akan menemukan lift menuju Garden of Stars.

Patung Bruce Lee. Photo by @DinataAyu
Photo by @DinataAyu

Cap Telapak tangan Jackie Chan. Photo by @DinataAyu

Oh iya, sebagai masukan, kalian better datang ke sini sore harinya sekitar pukul 5 sore, ya disesuaikan kita- kira kalian akan butuh berapa lama foto - foto di sini, atau sekedar bersantai. Setelah itu pulangnya kalian langsung mampir ke pusat Kebudayaan Hong Kong, sebelah hotel Peninsula, dan menunggu Symphony of Light, atraksi lampu laser dari gedung di area Central akan terlihat dari sini. Sembari nyantai dan liat lampu kelap kelip aja rasanya udah enak banget! Santaii.....



Ada beberapa teman yang bilang bahwa wisata ke Macau atau Hong Kong harus siap budget karena katanya mahal. Apa aja yang mahal di sini:
  1. Air putih rata rata 10.000 (botol kecil) - 23.000 (tergantung ukuran botol dan brand-nya).
  2. Makan per orang rata- rata Rp. 100.000 (ada sih yang 80ribuan tapi kalian kudu pinter search lokasi makan murah.
  3. Transportasi (Tapi karena udah ke-handle sama Octopus Card jadinya engga berasa pengeluarannya. Tau - tau, 3 hari penggunaan udah mau 100HKD aja). Tapi perlu diingat, Octopus Card itu tidak hanya bisa digunakan di MTR, bus, dan alat transportasi lainnya, namun bisa juga di 7 eleven dan toko tertentu yang ada tanda Tap Card Octopus-nya. Gampang dan mudah! Coba di Indonesia ada kartu sakti macam gini ya. Efisien karena mulai meminimalisir cash money.
  4. Hati - Hati kalau nyoba streetfood. Meski kayaknya makanan pinggiran tapi kalau ngga tanya dulu harganya bisa jadi malah lebih mahal dari biaya makanmu sehari. Jadi selalu jeli ya teman - teman.
Nunggu Symphony of Light. Photo by @DinataAyu

Tips liburan di Hong Kong!
  1. Sesampainya di Hong Kong, pastikan kamu sudah terkoneksi internet (kamu bisa beli SIM Card dulu di Bandara, Sevel, dan lain sebagainya). Meskipun Hong Kong menyediakan wifi di berbagai tempat, tapi bagi kalian yang merasa kurang efisien on off wifi setiap berpindah tempat, memang SIM Card lokal lebih dianjurkan. Kamu bisa pakai Discover Hong Kong atau KLook, sesuai selera kamu aja deh.  Harga Discover Hong Kong rata-rata 150HKD, untuk Klook aku kurang mengetahui karena biasanya paket harga ada yang untuk 3 hari, 5 hari dan lain sebagainya. :)
  2. Gunakan Octopus card. Kamu bisa beli di stasiun MTR terdekat dengan harga 150HKD. Tidak hanya untk transportasi namun kamu juga bisa belanja pakai Octopus Card (di toko dengan logo tertentu).
  3. Mintalah Peta MTR Hong Kong ke petugas informasi stasiun. Bagi turis seperti kami yang bukan orang lokal, pasti butuh waktu untuk memahami sistem transportasi di Hong Kong. Namun saat sudah paham, maka sistem yang sudah disiapkan sebenarnya sangat mempermudah kita khususnya sebagai pelancong dari luar Hong Kong. Aku dan Fendi aja berulang kali terkagum saat memikirkan, bagaimana perencanaan pembuatan jalur transport MTR ini, berapa lama bikinnya, gimana sosialisasinya, bisa jalur subway sebersih ini, dan pemikiran - pemikiran lainnya yang mengarah pada pertanyaan: "Kapan ya Indonesia bisa gini?".
  4. Jangan ragu untuk nyoba makanan dan minuman lokal. Selama kamu ngga ada larangan tertentu sebenarnya tidak ada salahnya kamu mencoba snack, jajanan, dan makanan lokal. Dari mana aku dapat info makanan yang direkomendasikan? Kalian bisa buka Trip Advisor, Google Trip dan pada akhirnya kalian bisa pakai google search untuk manual search. Hehehe. Aku kemarin berhasil mencoba beberapa makanan yang direkomendasikan para traveler di Tripadvisor, dan informasinya cukup bermanfaat sekali. Secara di sini, kalau kalian harus makan makanan halal, mungkin butuh effort untuk cari lokasi makan enak, murah, tapi halal.
Lagi mampir Sharetea, di Central. Minumannya enak - enak. Photo by @DinataAyu
EXTRA!
Paragraf terakhir adalah request atau pertanyaan beberapa teman tentang "Kamu kalau jalan - jalan gitu habis duit berapa sih?". Nah ini kadang bisa jadi pertanyaan susah dijawab, kenapa? karena kalau aku menyebut nominal langsung pada mikir angka bulatnya saja "Wah Gede ya budgetnya" Wah ga punya duit kalau segitu" dan lain sebagainya. P-A-D-A-H-A-L untuk mencapai angka total ini aku dan Fendi juga butuh persiapan bahkan bisa sampai satu tahun sebelumnya. Sebenarnya aku pernah bahas pembagian timeline waktu ini.

TIPS MENEKAN BIAYA TRAVELING!
Aku bukan 100% backpacker yang apa - apa harus low budget dan berhemat, bahkan ada beberapa yang akhirnya stay sama warga atau tidur di ruang public. Ada berbagai macam gaya traveling, dan untuk kami masih 50% cari murah - murah 50% lagi fleksibel (hehehe... tergantung ke negara mana kami berkunjung).  Jadi untuk persiapan traveling ke Macau - Hong Kong ini aku perlu waktu sekitar 8 bulan sebelumnya. Berikut timeline sederhana tentang persiapan traveling ke Macau - Hong Kong:

  • September 2017        : Pembelian tiket ke Jakarta - Macau (promo Air Asia)
  • Okt - Des 2017    : Menstabilkan limit kartu kredit untuk mempersiapkan akomodasi dan transpor lainnya (Jogja - Jakarta - Jogja)
  • Jan 2017 - Feb 2018  : Pembelian hotel di Macau
  • Mar - April 2018       : Pembelian tiket Jogja -Jakarta -Jogja) dan pembelian hotel di HongKong
  • Mei 2018                   : Pembelian hotel di Jakarta dan Tiket Jakarta - Jogja
Jadi tips dari aku, siapkan rencana traveling dari beberapa waktu sebelumnya. Mungkin ada juga dari kalian yang sukannya suddenly jalan - jalan, tapi kalau aku kudu well prepared dulu biar mengantisipasi hal - hal yang ga diinginkan. Lebih tepatnya biar kita bisa memperkirakan pengeluaran yang akan dibutuhkan.
"Kalian bisa juga membeli tiket promo langsung PP sekalian, karena mengantisipasi harga akan naik kalau kalian beli tiket salah satunya dulu. Rajin - Rajin nonton update promo di maskapai tertentu kayak Air Asia, bahkan kadang Garuda Indonesia juga kasih promo penerbangan."

GARIS BESAR RINCIAN BIAYA!
Tiket PP Jogja - Jakarta - Jogja   : Rp. 1.730.000 / utk 2 pax (mahal pas pulang, hiks!)
Tiket Macau - HK - Jakarta         : Rp. 3.960.000/ untuk 2 pax (udah incld. beli bagasi 20kg)
Hotel Macau 2 malam                 : Rp. 1.275.000
Hotel Hong Kong 2 malam         : Rp.    480.000
Hotel Jakarta 1 malam                : Rp.     160.000 (Airyroom)
Transport Macau                         : Rp.     250.000 (naik bus rata-rata 6MOP sekali jalan)
Transport HK                              : Rp.     540.000 (beli Octopus 2 orang)
Naik Ferry Macau - HK              : Rp.     576.000 (untuk 2 orang)
Tiket masuk wisata                      : Rp.       54.000 (1 tempat aja yang bayar - Macau Giant Panda)
Makan + Jajan + Oleh2 Macau   : Rp.   1.000.000
Makan + Jajan + Oleh2 HK        : Rp.   1.800.000
                                     TOTAL    :Rp. 11.825.000  (2 orang jadi per orangnya sekitar 5.9juta)


Kembali aku bilang, aku ga sepenuhnya 100% backpacker, aku juga masih kegoda untuk jajanan beli oleh - oleh buat orang - orang rumah dan kantor (meskipun cuman Snack atau gantungan kunci tapi yang penting berbagi kebahagian). Jadi lagi - lagi budget di atas hanyalah perkiraan sederhana, karena aku tidak mencatat angka exact nya kecuali akomodaasi dan transportasi. Mungkin diantara kalian bisa lebih mahal atau lebih murah dari angka di atas sesuai dengan budget traveling kalian.

Pardon our face!
Jadi bagi kalian yang berencana traveling ke Hong Kong, jika ada hal - hal penting yang aku terlewat menginfokan yuk leave komentar atau bisa juga cek di instagramku untuk tau foto - foto seru perjalanan di Macau & Hong Kong. Share juga yuk siapa tau kalian punya cerita seru di Hong Kong yang belum sempat aku cobain.






November 20, 2017

#EXPLORE EL NIDO: SURGA DI BALIK "SECRET LAGOON"

"Look deep into nature, and then you will understand everything better."
- Albert Einstein




Dulu....
Aku sempat berpikir kalau liburan ke pantai adalah hal paling monoton yang bakal aku pilih. Di pikiranku, hanya ada beberapa hal saja yang bisa kita lakukan di pantai yang garis besarnya sama: Main air (entah itu lari-larian manja di pantai, snorkeling, dan lain sebagainya). Satu lagi, mainan pasir. Istilahnya, pantai bukan suatu lokasi yang memiliki luasan tertentu yang bisa kita eksplore setiap sisinya atau kita bisa berjalan blok demi blok untuk mendapatkan view yang bagus dan lebih bagus lagi (dan beda dari view sebelumnya). Tapi, aku mulai berdamai dengan pemikiran skeptis macam itu. Satu tahun terakhir ada beberapa jenis pantai yang aku kunjungi baik di Yogyakarta (kota asalku), Jateng dan sekitarnya, atau bahkan saat aku berkunjung ke Filipina.

Pemandangan indah menuju Secret Lagoon

Bicara soal, kenapa Filipina?
Resolusi 2017 aku salah satunya adalah Intramuros, kamu bisa baca cerita tentang apa saja wishlist dan harapan 2017 di postinganku sebelumnya. Dari jauh hari tentu seluruh list lokasi yang dikunjungi sudah ada di buku khusus travelku. Sedikiti improvisasi dari rencana semula, akhirnya saya juga mengunjungi El Nido. satu kota di Palawan (Palawan ini juga sebuah pulau terpisah dari Manila).


LOKASI FAVORIT DI EL NIDO
Dari berbagai lokasi wisata yang ada di El Nido, Secret Lagoon adalah satu favoritku. Jatuh cinta dengan tebing - tebing pantainya, dan yang pasti pantainya, serta laguna tersembunyi yang mana kamu harus melewati lubang karang (akan ada laguna lagi di dalamnya, digenangi air laut dan sungguh menawan). Berlawanan dengan istilah "monoton" yang menghantuiku setiap berencana ke pantai, deretan pantai - pantai di El Nido sungguh menggugah rasa takjub yang tak henti - hentinya. Teman - teman dari tur leader mempersiapkan menu makan siang lezat (pastinya adalah seafood, buah - buaha, dan cola - eh nasi juga ada). Kenikmatan tersendiri adalah bisa explore keindahan pulau dan pantainya, ditutup dengan santap siang lezat. duduk di bawah pohon teduh berpasir putih dengan teman - teman baru (dari berbagai daerah, bahkan adapula dari Spanyol. I'm soooooooo happy!)

Secret Lagoon - El Nido


MENENGOK SURGA DI SECRET LAGOON
Memasuki tepian pantai, teman - temaan dari tur ini bersiap melempar jangkar, memastikan perahu kami stay di lokasi yang tak terlalu jauh dari bibir pantai. Kami perlu berjalan melalui perairan untuk "mandiri" menuju pantai (tak jauh, jaraknya hanya kurang dari 10 meter). Serunya, berjalan di perairan jernih warna biru, dengan karang - karang laut yang indah, sangatlah luar biasa. Mulai dari kedalaman tepat di bawah dagu, berangsur sampai perut, dan hingga mata kaki. Aku mengangkat waterproof bag-ku (padahal udah waterproof tapi tetap untuk berjaga - jaga, aku tetap seberusaha mungkin menjauhkannya dari air).

1. Pasir Putih & Karang Pantai
Adalah pemandangan pasti di hampir semua pantai - pantai di sini. Lengkap dengan karang - karang tinggi yang indah terbentang seperti gerbang pintu masuk ke masing - masing island. Amazing! Sebagai awam, aku melihat 3 karang utama di Secret Lagoon, yakni di "pintu" laguna, terbentang de sayap kanan sebelum perahu parkir ((((parkir))), karang kedua berukuran lebih kecil, berada membelah antara tepi pantai utama dan pantai yang sebelahnya lagi (bingung kan? sama. Aku juga bingung menjelaskannya biar nggak ambigu - hehehe).



Karang terakhir adalah yang paling menarik, karena kamu bisa menemukan lubang karang dengan diameter kurang lebih 100 cm (seukuran tubuh manusia dewasa). Kami harus bergantian melewati lubang karang ingi untuk masuk ke laguna rahasia (Secret Lagoon). Saat masuk ke lokasi Secret Lagoon, seperti kita masuk dalam sumur penuh genangan air setinggi perut hingga leher (tergantung dimana posisimu berdiri dan pastinya tergantung pasang surut air laut), karena ombak air laut bisa masuk ke lubang karang ini bahkan kami sesekali kena terpaan gelombang saat masuk melalui lubang karang ini.

Suasana di dalam Secret Lagoon, berasa ada dalam sumur.

2. Perairan Dangkal dengan Bibir Pantainya yang Indah
Tidak pernah bosan bermain air di sini. Jujur, aku nggak pernah menikmati "berenang" di pantai (tidak berenang sesungguhnya, sih!). Aku mengakui bahwa aku jarang "basah" kalau di pantai. Main air bukan  jadi favoritku selama ini, tapi khusus hari itu aku asik bermain air, lari -larian, dan menyapa turis - turis lainnya (Haha! Kepedean).



3. Hunting view buat foto!
Banyak lokasi yang bisa di explore di sini karena nggak cuman pantai tapi juga karang pantai, yang pasti adalah pantainya, kamu bisa menemukan "view" indah lainnya, karena karang - karang tidak mhanya ada di tepian pantai tapi kamu akan melihatnya di area dalam, berdiri tegak seperti gua - gua alam. K-E-R-E-N




LUNCH DI TEPI PANTAI
Harga paket tur kami sudah include dengan makan siang. Pasti kalian penasaran menu makan siang kami kan? Yang pasti adalah pork dibumbu bacem (dan pastinya kita nggak bisa konsum), ikan bakar, terong asam (Terong ini dicampur dengan bahan lainnya seperti tomat, potongan cabe segar dan lainnya, dan aku menyebutnya terong asam karena memang rasanya asam, dan bisa dibilang terongnya hanya direbus setengah matang dan semi hancur), cumi bakar, buah - buah segar, dan soda (ada juga air putih). Makan siang beramean ternyata seru juga! Setelah makan siang, kami bisa bersantai sembari duduk beralaskan pasir putih. Bercanda dan akhirnya bisa ngobrol lebih banyak lagi dan lagi.


We're ready for lunch!

Oh ya, dalam perjalanan ke Filipina kali ini, we always try to open mind karena memang mayoritas di sini adalah pemeluk Katolik, jadi mengkonsumsi pork sudah seperti makanan harian. Berbeda dengan perjalanan sebelumnya ke Malaysia, Singapore ataupun Thailand, penyesuiaan makanan lebih sulit di Filipina karena culture dan religion. As a democratic people, aku selalu berusaha menempatkan diri dimanapun aku berada (dengan berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku di tempat asalku). Bukankah siap traveling berarti harus siap melihat banyak perbedaan di muka bumi, bukan? :)



That's all!
Masih banyak cerita seru lainnya selama di El Nido, dan pasti aku akan kembali dengan banyak postingan selanjutnya. Ada komentar atau pertanyaan? Bisa langsung tinggalkan pesan di kolom komentar atau email me for sure!


Warm hug!





cccLook deep into nature, and then you will understand everything better. Albert Einstein
Read more at: https://www.brainyquote.com/quotes/albert_einstein_106912?src=t_natureLook deep into nature, and then you will understand everything better. Albert Einstein
Read more at: https://www.brainyquote.com/quotes/albert_einstein_106912?src=t_nature

November 16, 2017

#EXPLORE ELNIDO - PALAWAN: PAPAYA BEACH

"The sea is only the embodiment of a supernatural and wonderful existence."
-  Jules Verne




Butuh waktu ternyata untuk menunggu inspirasi menulis tentang perjalananku ke El Nido beberapa waktu lalu. Setiap lokasi wisata di sini menawarkan sisi keindahannya masing - masing, pantai yang asri, wisata selam dan terumbu karang yang patut untuk disambangi dan masih banyak lagi. Pertama kali saya menentukan untuk traveling ke El Nido, banyak yang bertanya: dimanakah itu? ada apa di sana? dan lain sebagainya. Ternyata tak banyak yang familiar dengan kota wisata satu ini (dan kadang berasa seru sendiri saat dibilang "kamu sukanya ke tempat - tempat yang ngga umum"). Padahal sebenarnya Palawan menawarkan banyak sekali wisata alam khususnya pantai, tebing-tebing, hutan, dan jajaran pulau - pulau indah yang bisa kita explore seharian (bahkan lebih dari satu hari, jika kalian mendatangi semua pulau - pulau favorit wisatawan).



Aku akan bahas bagaimana menuju El Nido dari pusat kota Palawan melalui post yang berbeda  Tapi kali ini, aku akan mengajakmu menengok keindahan Papaya Beach (Papaya mainland) di El Nido, Palawan. Kalau bicara singkatnya, El Nido sendiri berjarak 5 jam dari Puerto Princesa Airport - Palawan menggunakan van travel. Van travel ini akan berhenti satu kali di rest area untuk makan siang dan  istirahat sejenak (kita akan diberi waktu sekitar 30 - 45 menit untuk rehat).


MENUJU PAPAYA BEACH (PAPAYA MAINLAND)
Kamu bisa menyewa paket tour A melalui hotel tempat kamu tinggal, karena kebanyakan hotel dan penginapan di El Nido sudah terintegrasi dengan agen wisata / tour island hoping di El Nido. Ada 4 paket tour yang ditawarkan yakni A, B, C,D dan masing - masing terdiri dari setidaknya 5 lokasi pantai dengan harga rata - rata 1400 - 1600 PHP (dengan kisaran harga rupiah Rp. 285 per 1 PHP). Aku memilih paket A dimana di dalam tur ini termasuk Papaya Beach dan 4 tujuan lainnya. Pihak tur akan menjemput di hotel dan mengantarkan kita ke lokasi penjemputan perahu tur. Kami tidak stay di pusat kota El Nido, tapi di area Corong - Corong beach, dan di sini juga ada pelabuhan sederhana lokasi kita menunggu kapal (perahu lebih tepatnya) untuk menjemput sekitar pukul 09.00 WIB. Setiap tur merupakan full day tur yang berakhir setiap petang sekitar pukul 4 atau 5 sore.


With Bea and her husband. Say cheese from us!


APA YANG MENARIK DARI PAPAYA BEACH?
Pihak tur menyampaikan Papaya beach bukan merupakan island tapi mainland. Awalnya aku berpikir bahwa Papaya termasuk pulau terpisah karena kami memerlukan waktu sekitar 20 menit mengarungi perairan untuk sampai ke lokasi ini. Rexi, tur leader kami menyampaikan bahwa Papaya termasuk mainland karena masih menjadi satu daratan panjang El Nido. Jadi bukan pulau - pulau terpisah. Pertama kali melihat bibir pantai Papaya, langsung takjub dengan pasir putihnya yang indah terbentang, tebing laut yang cantik, dan yang pasti ada 1 warung sederhana penjaja kelapa muda. Pastinya dong, hal pertama yang aku lakukan pas menepi adalah "BELI KELAPA MUDA". Sempat terlupa untuk membawa minuman dari sebelum berangkat, jadinya gampang haus karena cuaca panas (khas anak pantai yang ujung - ujungnya tersengat matahari, sampai kulit belang - belang). Jadi apa saja point interest yang akan kamu temui di Papaya Beach?


1. Pasir Putih
Pantai ini masih asri. Masyarakat setempat selalu berpegang teguh pada "menjaga kelestarian alam". Kami, sebagai wisatawan dilarang mengambil hal - hal yang akan kita temui di laut maupun di pantai seperti membawa pulang pasir (hehhehe), membawa pulang ikan ataupun mencuri terumbu karang (meski sebenarnya mencolok banget ya kalau kita mau ngangkut-angkut batu - karang. Its mean, berat. Niat banget - hehehe!).



2. Ayunan & kelapa muda
Apa yang paling asyik dari pantai? Adalah duduk santai, ngadep laut (ngga ngomong apa -apa - kalau bisa ngga usah mikir apa - apa - g usah mikirin kerjaan! Hahahaha...). Lebih mantap lagi sembari minum kelapa muda karena di sini kamu bisa menemukan satu warung (((((warung)))) yang menjual makanan kecil atau minuman dingin (pelepas dahaga yang paling efektif). Selain ayunan, ada juga bangku - bangku khas handmade dari kayu - kayu berbagai bentuk.




3. Snorkeling time!
Bagi kamu yang bisa berenang, ada lokasi snorkeling di Papaya Beach (dekat dengan deretan tebing), karena di sini kamu bisa melihat terumbu karang cantik sepaket sama  ikan - ikannya. Jangan khawatir juga jika bukan good swimmer, karena pihak tur akan menyediakan pelampung (ini fasilitas wajib) dan juga kacamata selam. Jadi even kamu ngga bisa berenang paling nggak bisa ngambang sambil celup celub sebentar nengok ikan - ikan bawah laut. Asyiiikk...

4. Deretan pepohonan kelapa yang cantik
Orang Indonesia, wajarlah agak agak atraktif. Ngga bisa sedikitpun tenang saat menemukan lokasi foto yang instagramable. Di Papaya Beach, kamu bisa melihat deretan pohon kelapa (kuat berdiri di atas pasir putih indah di pinggir pantai - engga pinggir banget sih - tapi dekat).



TIPS!
1. Jangan lupa bawa minuman secukupnya saat island hopping di El Nido. Hal ini tentu untuk mengantisipasi dehidrasi karena kamu akan sering main air dan kepanasan karena cuaca.
2. Bawalah waterproft bag! Bisa dibilang ini adalah travel essential jika kamu explore pantai. Kamu perlu mengamankan barang - barang pentingmu seperti kamera, HP, dompet, atau baju ganti atau lainnya.
3. Gunakan sepatu khusus. Jika kamu hanya menggunakan sandal jepit atau sepatu kets pasti bukannya opsi yang tepat. Kamu perlu menggunakan sepatu khusus just in case jika kamu harus berjalan di karang (biar nggak luka dan salah menapak). Kamu tidak perlu membeli, karena ada pula yang menyewakan sepatu ini dengan range harga 100 - 200 dan kamu perlu kembalikan saat tur mu selesai.










jyujyujujtghyysea is only the embodiment of a supernatural and wonderful existence. Jules Verne
The sea is only the embodiment of a supernatural and wonderful existence. Jules Verne
sssssssssThe sea is only the embodiment of a supernatural and wonderful existence. Jules Verne
The sea is only the embodiment of a supernatural and wonderful existence. Jules Verne
The sea is only the embodiment of a supernatural and wonderful existence. Jules Verne
Read more at: https://www.brainyquote.com/quotes/quotes/j/julesverne664799.html?src=t_seaThe sea is only the embodiment of a supernatural and wonderful existence. Jules Verne
Read more at: https://www.brainyquote.com/quotes/quotes/j/julesverne664799.html?src=t_sea

November 15, 2017

SHERYL MAY INN: HOTEL MURAH DI ELNIDO "FEELS LIKE HOME"

Find a place inside where there's joy, and the joy will burn out the pain.
- Joseph Campbell



Lokasi stay saat liburan, terkadang bukan urutan pertama hal yang harus aku cari tentukan terlebih dahulu jika dibandingkan tujuan wisata, harga tiket pesawat ataupun  info - info lainnya yang lebih urgent. Jadi, kadang menentukan lokasi #StayDimana baru beres kurang dari satu bulan  sebelum perjalanan. Hal ini salah satunya juga karena secara umum, kenaikan harga rate kamar tidak terlalu signifikan selama tidak terlalu dekat dengan hari H perjalanan. Sama hal seperti saat perjalanaku ke El Nido Palawan awal November lalu. Bisa dibilang kami berada di 3 lokasi berbeda dengan beda hotel tentunya, pertama di El Nido, kedua di kota Puerto Princesa, dan ketiga Manila. Memilih hotel di pusat kota seperti Puerto Princesa dan Manila akan lebih mudah daripada saat memilih lokasi tinggal di pulau Palawan, apalgi El Nido adalah bagian kecil dari Palawan yang mana akses ke lokasi perlu 5 - 6 jam dari pusat kota dengan travel. Tapi rasa lelah dan waktu yang terbuang sebanding dengan apa yang kita peroleh selama perjalanan ini.
Pemandangan dari balkon Sheryl May Inn.

Kami memutuskan tinggal di salah satu penginapan (mirip kos eksklusif kalau di sini), dengan fasilitas yang kami anggap cukup seperti bathroom and shower yang pasti (bukan pakai gayung), king size bed, fan, kursi, dan untung ada jendela (karena memang aku request kamar dengan jendela dan menghadap ke jalanan). Hotel Sheryl May Inn ini berlokasi di Rizal St, El Nido, Palawan, Philippines (berada dekat sekali dengan pantai Corong - Corong). Rencana awal, setelah perjalanan travel, saya ingin jalan - jalan dulu di pantai Corong - Corong, hari kedua barulah kami pindah hotel di kota El Nido ((yang mana)) kami fikir untuk paket - paket tur island hoping hanya ada dekat dermaga di kota El Nido. Tapi ternyata tidak. Kami bsia memesan paket eksplore pulau -pulau ini melalui hotel tempat kami tinggal dengan harga yang cenderung sama dengan agen tour lainnya. Tentu saya akan membahas tentang tour ini di post lainnya, kali ini aku lebih menceritakan tentang penginapan yang kami pilih.

Halaman belakang hotel (ada hijau - hijau dan ada laut plus tebing)
Lokasinya berada ada di jalan utama, membuat kami hanya perlu berjalan kaki tak jauh ke pantai Corong - Corong atau ke lokasi dermaga kecil tempat kami dijemput untuk tur. Lepas dari itu, kualitas kebersihan juga cukup oke, untuk harga Rp.192.000 (melalui Traveloka). Kami memutuskan memperpanjang waktu tinggal tentunya dengan harga berbeda yakni Rp. 280.000. Harga kamar sudah termasuk breakfast, meski sarapan cukup sederhana tidak layaknya hotel namun kami cukup puas, karena itu cukup mengenyangkan dan memenuhi kebutuhan energi kami untuk berkegiatan seharian penuh.
Interior dan ruang santai di dalam penginapan

Bisa santai nonton TV atau ngopi di balkon sembari lihat jalan raya (dan tebing)
KAMAR
Kamar bisa dibilang sederhana tapi nyaman (tentunya tingkat kenyamanan orang bisa jadi berbeda). Sayangnya aku tidak sempat mendokumentasikan ruangan kamar di Sheryl May Inn (sorry). Belum tentu juga hotel yang kami bilang cukup oke buat kami, akan oke juga buat reders, jadi bisa juga kalian untuk memantapkan hati cek selalu review hotel melalui website compare dan lain sebagainya. Baiknya booking hotel 1-2 bulan sebelumnya agar kalian nggak kena harga go show.

KEBERSIHAN
Kalau aku bilang, awal masuk hotel ini langsung terpikir seperti kos ekslusif. Meja resepsionis juga rapi dengan langsung berada dekat dengan tangga ke lantai atasnya. Disitulah kamar kami berada. Kami bisa menggunakan dapur jika ingin membuat makanan sendiri atau mempersiapkan kebutuhan "perut"  lainnya. 

STAFF HOTEL
Kalau aku boleh menilai dari 1 - 10 untuk keramahan staff adalah 8.5. Mereka selalu berusaha membantu apabila kami butuh hal - hal seperti isi pulsa, paket tur, membantu booking travel an lain sebagainya. Mungkin kadang permasalahannya adalah meski kami menggunakan bahasa Inggris, namun persepsi tentang satu hal kadang berbeda. Aku sama sekali tidak ada pengalaman buruk apapun dengan staff hotel. Setiap pagi bahkan mereka rajin mengetuk kamar kami untuk mengingatkan bahwa kami belum menikmati sarapan yang sudah disiapkan (mereka tau karena kami harus ready jam setengah 9 pagi untuk bersiap kegiatan).

Balkon sederhana, tempat kita nyantai dan sarapan pagi

LINGKUNGAN
Sheryl May Inn berada di jalur utama Rizal St. El Nido. Ini adalah satu - satunya jalan yang akan dilewati travel van dari kota ke El Nido. Lokasinya sekitar 5 - 10 menit dari kota (menggunakan tricyle - angkutan tradisional di sana - semacam bemo). Bisa dibilang, pemandangan dari jendeela kamar kami adalah jalanan El Nido (yang tidak terlalu lebar dan ramai) mirip jalanan di kampung yang pinggirannya banyak waruing kecil dan penjaja kelontong. Belakang jajaran rumah dan warung ini, juga dapat melihat bukit sepanjang jalan. Di belakang hotel kamia adalah laut. Tapi meski tidak langsung laut lepas, tapi dermaga tempat perahu - perahu parkir dan juga lahan tanaman basah yang membuat lokasi di belakang hotel ini cukup hijau tapi lembab. Hal inilah yang membuat kadang kami menemukan lintah (jika sedang di dapur). Mungkin lintah ini berasal dari tanah basah di belakang hotel yang memang tidak terawat baik. Tapi karena aku pribadi ngga gampang takut sama sesuatu hal (termasuk lintah) jadi meski menemukan 1 atau 2 ekor yang lagi nempel di tempok, kadang saya acuhkan begitu saja tanpa merasa seram atau ngeri. Bisa saja hal ini jadi poin minum bagi beberapa orang, meski sebenarnya tidak terlalu masalah selama lokasi lainnya khususnya kamar tetap terjaga kebersihannya.


TRANSPORTASI
Kami pribadi tidak tau secara khusus, transportasi lain selain van travel jika ingin menuju ke lokasi ini dari pusat kota. Kami mendarat di Puerto Princesa Aiport dan ada beberapa transportasi yang siap mengantar diantaranya Tricycle (jika kamu akan ada di lokasi kota dan sekitarnya), tapi jika kamu harus meluncur berjam -jam ke El Nido dan sekitarnya Van travel menjadi satu opsi selain bus. Saya memiih travel ini karena langung ada di dekat bandara (ada di halaman parkir bandara), sedangkan angkutan lainnya seperti busa, nampaknya kalian harus ke terminal dahulu karena bus ke El Nido tidak berjajar stand by di Airport. 

October 28, 2017

PANTAI SADRANAN: LATIHAN SNORKELING DI PANTAI BERKARANG


"Look deep into nature, and then you will understand everything better."
 - Albert Einstein


Hai!
Post terbaru kali ini, masih bercerita tetang deretan pantai di Gunungkidul Yogyakarta. Setalah sebelumnya kami berkesempatan eksplore pantai Andong, sekarang tak jauh dari  pantai Andong, kamu dapat sekalian berjalan menyusuri pantai ke arah Sadranan. Lokasinya sangat berdekatan. Maklumlah, saat ini banyak lokasi pantai baru di Gunungkidul yang telah dibuka untuk umum untuk menjadi lokasi wisata pilihan para wisatawan. 


Perjalanan dari pusat ke kota ke pantai Sadranan pada hari biasa, dan trafic reguler sebanrnya hanya 1 - 1.5 jam. Namun hari itu, akhir pekan, dan berdekatan hari libur sehingga trafic termasuk macet di daerah jalan Wonosari Yogyakarta. Akhirnya sempat mengalihkan rute, kami sampai di lokasi setelah perjalanan 3 jam. Kami sempat berhenti di beberapa toko dan tempat makan sebelum lanjut ke lokasi pantai, jadi tidak full 3 jam perjalanan tanpa henti.



Sebelum masuk ke area pantai Sadranan, kita akan  melewati pantai Baron terlebih dahulu. Kami memutuskan untuk rehat sejenak, sembari makan siang di pantai Baron. Pantai ini bisa dibilang cukup lama dibuka untuk umum, sehingga sudah tertata untuk lokasi makan / restonya (meskipun hanya resto makan biasa, bukan restoran besar seperti sepanjang Jimbaran Bali). Di lokasi ini, para wisatawan juga dapat membeli buah - buahan langsung dari pedang pasar yang ada di depan resto makanan. Saat kami berkunjung, pedagang ramai menjajakan dagangannya seperti pisang beraneka jenis, petai, buah - buahan hasil panen warga dan beberapa jenis sayur mayur.


Seafood for lunch

Setelah kenyang dengan masakan seafoodnya, akhirnya kami bertigabelas orang lanjur lagi perjalanan kami ke pantai Sadranan. Kurang dari 20 menit kami sudah sampai lokasi. Siang itu sungguh ramai wisatawan baik dari dalam ataupun luar kota. Bisa dibilang, saya sudah cukup lama tidak mengunjungi pantai Sadranan, yaaa hampir 7 tahun lalu. Kemarin lalu, cukup banyak perkembangan di pantai Sadranan khususnya dari fasilitasnya, seperti tersedia beberapa gazebo di tepi pantai, resto makanan, dan yang paling menarik adalah penyewaan alat snorkeling. Pantai Sadranan bisa dibilang pantai dangkal yang terdapat banyak karang. Saat air laut surut, karang akan menjadi lokasi yang asik bagi anak - anak mencari ikan yang terjebak atau biota laut lainnya.



Pantai yang luas terbentang dengan pasir putih indah memang jadi nilai plus sendiri, Bagi pengunjung yang datang ke lokasi bersama keluarga dan putra putrinya tentu akan jadi moment  yang menarik karena, keluarga bisa menggunakan Gazebo sembari mendampingi putra putrinya yang ingin bermain di pantai. Ombak pantai Sadranan tidak terlalu besar, karena bibir pantai cukup jauh dari tengah pantai asal ombak (mungkin karena sedang surut). Cukup membayar retribusi Rp. 20.000 per mobil, kita bisa ekplore beberapa pantai Sadranan. Tiket tambahan per orang juga disesuiaikan dengan holiday season yang berlangsung. Cukup terjangkau bukan? Untuk video dalam bahasa Indonesia cek via youtube chanelku ya. 




Tidak pernah bosan rasanya berkunjung ke berbagai tempat wisata baru yang ada di Yogyakarta. Saat ini banyak tempat Hietz yang sudah semakin dikenalkan kepada wisatawan. Apalagi media sosial sungguh membantu meningkatkan publikasi terkait lokasi - lokasi wisata terkait mulai dari pantai, wisata alam, cafe - cafe unik, dan lain sebagainya. Cafe unik? Mmmm... bisa jadi ide bagus nih untuk post selanjutnya. 



See you in another side ya.
We're ready for Philipines a couples day after this post.
Aku bakal share beberapa wishlist sebelum berangkat ke Manila minggu depan.
Cant wait! Thank you for reading this post.
Copyright © 2014 FILOSOFAST

Distributed By Blogger Templates | Designed By Darmowe dodatki na blogi