Showing posts with label aku. Show all posts
Showing posts with label aku. Show all posts

August 6, 2014

FAMILY. REHAB







 FAMILY. REHAB


Seminggu sebelum tanggal 28 Juli 2014.

Mendekati hari libur panjang, banyak kejadian yang radak unik. Tapi menurut aku itu sih, titik balik. No Regret. Saat kamu ternyata tau setidaksehatnya kamu, sebanyak apa mess yang udah kamu buat, atau setahun terakhir - selupa apa kamu pada hal-hal "yang lurus".

Senin - Banjir Parcel dan masalah

Senin itu jadi hari paling santai - tadinya. Dekat sama liburan panjang hari raya, kantor bagi-bagi parcel. Isinya sih bisa dibilang mantap, sirup melon and coco pandan (yang sampai hari ini belum terjamah), jajanan ada empat macem. Di rumah, mama juga dapetin parcel dari lima orang sekaligus. Dari temen dia, anaknya temen dia, dari tetangga deket dia, dan ada dari temen kerjaan dia. Oke. Jadi kita sekeluarga sudah engga mikir lagi soal makanan dan jajanan apapun.

Sore di office, sudah mulai asik dengan kegiatan: kirim dinner box ke acara KAPUREL buka puasa bersama dhuafa di daerah Ngasem Yogyakarta, meeting sampe malem bareng pak Totok Sudharto - Mantan GM nya hotel Santika yang selalu kasih kita materi tentang gimana jadi karyawan yang senantiasa berinovasi. Malemnya, nyelesain masalah. Niatnya sih gitu. :)))  

Ada sebuah urusan yang menyangkut orang satu dan orang lainnya. Sembari nyuruput Cappucino di Excelso, dan khilaf di Sport Station ngegotong Airwalk koleksi baru, sama belanja batik - batik - batik.

Selasa - Benci Obat.

Masalah. Entah masalah atau bukan.
Hari ini, udah engga begitu banyak kerjaan, then nyambangi RS cuma biar bisa disuntik. There's something wrong with my lungs. So, ya harus selalu rajin cek ini itu. Bahkan hari ini, hari saat semua orang masih santai dan siap untuk libur panjang.

Rabu - Kamis - Jumat  - Lupa Hari. Lupa aku ngapain aja.

Menuntaskan printilan-printilan kerjaan itu pasti. Dan bebersih rumah yang sekarang makin oke. Dikinclongin lantainya, dicat ulang, dibenerin asbesnya, dan semuanya. Milih spent time sama orang rumah, malah kebanyakan sedihnya. Milih jalan sama teman-teman ternyata sudah tidak bisa se"nyaman" dulu.

Sabtu - Semangat ilang.

Ini hari terakhir masuk kerja. Masuk cuman sampe jam 2 siang, dan ini menjelang liburan seminggu karena umat muslim lagi ngrayain lebaran. Semangat ilang sih bukan karena mau liburan, tapi lagi banyak hal yang musti dituntaskan, diselesaikan, sungguh-sungguh diselesaikan. Katanya kan kalau sebelum lebaran itu, musti bersih, fitrah, dari banyak hal yang mengganjal. :)




Minggu - Dengung takbir.

Aku nunggu - nunggu katanya gema takbir itu menenangkan. Menyejukan. Tapi saking banyak hal yang aku buat tidak menyenangkan, tapi ternyata belum berhasil bikin takbir merdu di telinga dan hati.

Senin – sampai hari ini.

Masih dalam masa tenang. Simple reason. But, means a lot!

July 11, 2014

My Life Full of Gift

Bersyukur menjadi AKU.

Proses itu ternyata memang panjang, bohong kalau seseorang bisa meraih goals mereka dalam skejab mata atau dengan cara yang gampang. Bisa, tapi kasus khusus, mungkin emang udah keturunan anak orang kaya, mujur, dan banyak kasus khusus lainnya yang kadang menurutku juga belum tentu ada.

Dulu.....
Aku satu di antara siswi cupu lainnya di SMP, aku sungguh tidak banyak keberanian ada di muka banyak orang, bahkan ikut lomba - lomba antar sekolah mana berani aku lakukan. Guru seni ku waktu itu, pak Jarwo namanya, bilang padaku bahwa aku "BISA" menggambar.

"Goresan pensilmu berbeda...." katanya.

Dan masih aku ingat betul. Aku masih bangga dengan surat-surat sahabat pena yang aku ikuti di majalah, bangga dengan apa yang orang lain tidak tau.

Sampai masuk SMA kegemaranku berubah..sedikit berubah. Masih cupu. Dan berkawan dengan teman cupu lainnya. Membaca buku ensiklopedi di perpus sekolah, melihat indahnya negara-negara di luar sana, musim-musim yanf lain, bahkan desa dan rumput pun kelihatan lebih rapi dan hijau. Aku bisa betah sekali, meski tak bisa sesukaku karena batas jam istirahat.

Bagaimana waktu di kampus??

Aku berubah karena seseorang. Dipaksa berubah, katanya aku akan lebih baik, lebih lengkap, lebih banyak teman, dan lebih banyak kesempatan.

Menolak perubahan! Itu yang ada di pikiranku, hingga akhirnya lagi- lagi PROSES bicara.

Aku berubah!

Copyright © 2014 FILOSOFAST

Distributed By Blogger Templates | Designed By Darmowe dodatki na blogi